Jakarta - Gadget kini telah menjadi elemen yang tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Dari menonton video edukasi, mengikuti kelas daring, hingga bermain permainan, layar digital seolah menjadi bagian integral dari aktivitas mereka. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kualitas tidur, kesehatan mata, aktivitas fisik, serta perkembangan sosial dan emosional anak.
Fitri (32) menerapkan aturan ketat mengenai akses gadget untuk putrinya, Zoya (2). Di usianya yang masih sangat muda, Fitri tidak memberikan akses kepada Zoya untuk menggunakan handphone, melainkan membiarkannya menonton televisi. "Kalau misalnya screentime-nya kayak di TV, cuma nonton itu aku masih tetap kasih. Tapi, itu sehari itu maksimal banget cuma 30 menit," ungkap Fitri saat ditemui di acara Morinaga Door Of Future 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab' di Jakarta Pusat, pada Sabtu (25/7/2026). Ia menjelaskan bahwa melalui televisi, Zoya dapat belajar berbagai hal, seperti bahasa, tarian, dan musik. "Tapi tetap dikontrol, tetap bareng sama aku nontonnya," tambahnya.
Aturan Penggunaan Gadget yang Berbeda
Di sisi lain, Rahma (23) memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengatur penggunaan gadget untuk anaknya, Rasafah (3). Ia membatasi akses gadget hanya pada akhir pekan. "Kan sekolah itu Senin sampai Kamis, jadi aku kasih (gadget) paling di hari Sabtu atau Minggu. Biasanya sih dua kali, sore atau nggak pas malam, paling 30 menit," jelas Rahma. Ia menyadari bahwa ada keuntungan dan kerugian dari pemberian gadget kepada anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun, sehingga pengawasan orang tua sangat penting.
"Plus-nya itu kadang dia suka menghafal nyanyian-nyanyian itu dari YouTube. Tapi, minusnya itu kalau sudah nonton YouTube, kalau dipanggil suka kayak susah gitu," tutup Rahma.
Kesimpulan
Pengaturan waktu layar untuk anak-anak adalah hal yang penting untuk diperhatikan oleh orang tua. Dengan menerapkan batasan yang tepat, orang tua dapat membantu anak-anak mereka mendapatkan manfaat dari teknologi tanpa mengorbankan kesehatan dan perkembangan mereka.