Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat, mengambil keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan yang berlangsung pada bulan Juni ini. Meskipun keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar, terdapat indikasi baru bahwa opsi untuk menaikkan suku bunga masih dipertimbangkan.
Dalam laporan yang disampaikan CNBC pada Kamis (18/6/2026), pertemuan ini menjadi perhatian karena merupakan rapat pertama yang dipimpin oleh Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) secara bulat memutuskan untuk menjaga suku bunga acuan di level 3,5%-3,75%, yang tidak mengalami perubahan sejak The Fed melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 0,75 poin persentase pada paruh kedua tahun 2025.
Perubahan dalam Kebijakan dan Proyeksi Suku Bunga
Walaupun suku bunga tetap tidak berubah, arah kebijakan yang disampaikan oleh The Fed kali ini menunjukkan perbedaan dibandingkan dengan beberapa pertemuan sebelumnya. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah dihapusnya bahasa yang selama ini dianggap memberikan sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa depan. Selain itu, pernyataan resmi setelah rapat juga dibuat lebih singkat dibandingkan sebelumnya, mencerminkan pendekatan baru Warsh yang selama ini mengkritik kecenderungan The Fed untuk memberikan terlalu banyak panduan kepada pasar.
Perubahan menarik lainnya muncul dalam proyeksi suku bunga, yang dikenal sebagai "dot plot". Dalam proyeksi terbaru, pejabat The Fed menghilangkan perkiraan sebelumnya yang menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada tahun ini. Sebaliknya, mayoritas anggota kini melihat peluang untuk menaikkan suku bunga masih terbuka. Namun, ada hal yang tidak biasa, yaitu dari 19 anggota yang berhak memberikan proyeksi, hanya 18 yang mengirimkan pandangannya, sementara Ketua The Fed sendiri, Kevin Warsh, tidak mengirimkan proyeksi.
Warsh yang dikenal sebagai pengkritik dot plot dan berbagai bentuk panduan kebijakan menyatakan, "Saya tidak mengirimkan dot untuk diri saya sendiri," dalam konferensi pers setelah keputusan diumumkan. Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya sedang membentuk sejumlah gugus tugas untuk memperbarui berbagai aspek operasional utama The Fed.
Ekonomi AS dan Proyeksi Inflasi
Dalam konferensi pers tersebut, Warsh mengakui adanya perubahan signifikan pada pernyataan resmi FOMC. "Pernyataan itu sedikit lebih pendek, sedikit lebih sederhana, dan menghilangkan beberapa bahasa lama. Pernyataan itu hanya menyampaikan fakta-fakta, sejauh yang bisa kami nilai," ujar Warsh. Jika pernyataan pada pertemuan 29 April lalu terdiri dari 341 kata, dokumen terbaru hanya berisi sekitar 130 kata.
Dalam pernyataan tersebut, The Fed menilai bahwa ekonomi AS masih tumbuh dengan solid meskipun ada ketidakpastian yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah. "Aktivitas ekonomi berkembang dengan laju yang kuat meskipun ketidakpastian masih tinggi yang sebagian dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Pertumbuhan produktivitas dan investasi modal tetap kuat," tulis The Fed. Bank sentral AS juga menilai pasar tenaga kerja masih dalam kondisi yang sehat, dengan pertambahan lapangan kerja yang sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja dan tingkat pengangguran yang mengalami sedikit perubahan.
Meski demikian, The Fed menegaskan bahwa inflasi masih berada di atas target 2% yang menjadi sasaran utama kebijakan moneter. "Inflasi tetap tinggi dibandingkan target 2 persen Komite, sebagian mencerminkan guncangan pasokan yang mendorong kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi. Komite akan mewujudkan stabilitas harga," tegas para pembuat kebijakan.
Sejalan dengan perubahan pandangan terhadap arah suku bunga, para pejabat The Fed juga memperbarui proyeksi ekonomi mereka. Berdasarkan median proyeksi terbaru, suku bunga acuan diperkirakan berada di level 3,8% pada akhir 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi Maret yang berada di level 3,4%. Proyeksi ini menunjukkan bahwa setidaknya satu kali kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan tahun ini. Dari 18 anggota yang mengirimkan proyeksi, delapan orang memperkirakan suku bunga tidak berubah, satu anggota memprediksi penurunan suku bunga, sementara sembilan lainnya memperkirakan sedikitnya satu kali kenaikan.
Para pejabat The Fed juga menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun 2026, di mana inflasi umum diperkirakan mencapai 3,6%, sedangkan inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi diproyeksikan sebesar 3,3%. Pada proyeksi sebelumnya yang dirilis Maret 2026, kedua indikator tersebut diperkirakan berada di level 2,7%.