🔴 Breaking
Kesehatan

Penyakit Ginjal: Mengapa Sering Terjadi Tanpa Gejala yang Jelas?

Masalah ginjal sering kali tidak terdeteksi hingga mencapai tahap serius, karena gejala awal yang tidak terlihat. Kebiasaan sehari-hari dapat berkontribusi pada kerusakan organ vital ini.

Maya Soraya Larasati

Penulis

04 August 2026
7 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/Sewcream
Foto ilustrasi: Getty Images/Sewcream

Jakarta - Penyakit ginjal sering kali tidak disadari oleh banyak orang. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa masalah pada organ penting ini sering berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Banyak pasien baru menyadari adanya masalah pada ginjal mereka saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Sayangnya, ketika gejala fisik mulai muncul, kerusakan ginjal biasanya sudah dalam kondisi yang parah.

Dr. Sumiran Mahajan, seorang konsultan nefrologi di KIMS Hospitals Thane, India, menyatakan bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan ginjal. "Ada hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari yang dampaknya sangat signifikan ke ginjal. Terlalu banyak makan junk food dan konsumsi garam berlebih itu memberi tekanan ekstra yang tidak perlu pada ginjal," ujarnya.

Pentingnya Kesadaran Terhadap Kesehatan Ginjal

Ia juga menekankan bahaya penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter, terutama obat pereda nyeri. "Penggunaan obat pereda nyeri tanpa saran medis bisa berdampak jangka panjang pada kondisi ginjal. Ini makin riskan buat orang yang punya riwayat diabetes dan hipertensi, karena dua kondisi itu merusak pembuluh darah penopang ginjal," tegasnya.

Dr. Sumiran menambahkan bahwa perawatan ginjal seharusnya menjadi langkah pencegahan yang penting. "Masyarakat harus paham kalau penyakit ginjal di stadium awal memang sering tidak bergejala, supaya makin siaga mengambil tindakan pencegahan," lanjutnya.

Proses Kerusakan Ginjal yang Diam-Diam

Sejalan dengan itu, Dr. Nikhil Bhasin, konsultan nefrologi di Wockhardt Hospitals Mumbai Central, India, menjelaskan bahwa ginjal memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. "Kerusakan ginjal itu seringnya berkembang pelan-pelan dan tenang. Makanya banyak orang tidak sadar sampai kondisinya sudah parah. Organ ini sangat adaptif, jadi meski fungsinya sudah mulai turun, tubuh belum tentu menunjukkan gejala peringatan di fase awal," paparnya.

Dr. Nikhil menyebutkan bahwa beberapa tanda halus baru muncul ketika kerusakan ginjal sudah berlanjut, namun sering kali dianggap sepele oleh masyarakat, seperti pembengkakan ringan di kaki, rasa lelah yang tidak biasa, sering buang air kecil di malam hari, dan penurunan nafsu makan.

Ia menambahkan, "Faktor utama pemicu kerusakan diam-diam ini meliputi diabetes yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi (hipertensi), konsumsi painkiller berlebih, hingga faktor keturunan. Gaya hidup seperti kebiasaan makan tinggi garam, kurang minum air putih, dan malas olahraga juga memperparah kondisi ini."

Artikel Terkait