🔴 Breaking
Ekonomi

Gojek Hentikan Skema Langganan Driver, Ubah Tarif GoRide Hemat

Gojek resmi mengakhiri program langganan bagi mitra driver dan menyesuaikan tarif layanan GoRide Hemat demi kesejahteraan pengemudi.

Chandra Kirana

Penulis

19 May 2026
13 kali dibaca
Gojek Hentikan Skema Langganan Driver, Ubah Tarif GoRide Hemat
Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Hans Patuwo dalam Konferensi Pers di kantor Gojek, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026). (Liputan6.com/Tira)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk telah mengumumkan penghentian skema langganan untuk mitra driver Gojek. Keputusan ini diambil setelah hasil evaluasi menunjukkan bahwa program tersebut belum memberikan keseimbangan yang memadai bagi kesejahteraan pengemudi. Sebagai bagian dari kebijakan baru ini, layanan GoRide Hemat akan menerapkan sistem bagi hasil sebesar 8 persen, sama seperti yang diterapkan pada GoRide reguler, yang akan berdampak pada penyesuaian tarif secara terbatas.

Pengumuman Resmi dari Gojek

Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Hans Patuwo, menyampaikan keputusan ini dalam konferensi pers yang berlangsung di kantor Gojek, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/5/2026). Ia menjelaskan bahwa penghentian skema langganan ini merupakan langkah untuk menyesuaikan kebijakan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Dalam peraturan baru tersebut, Gojek juga menerapkan sistem bagi hasil yang sama untuk layanan GoRide Hemat.

Evaluasi Program Langganan

Hans menjelaskan bahwa skema langganan pertama kali diuji coba pada November 2025 melalui layanan GoRide Hemat dan kemudian diperluas ke seluruh Indonesia pada Februari 2026. Namun, setelah tiga bulan pelaksanaan, perusahaan melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema tersebut masih memerlukan keseimbangan yang lebih baik untuk kesejahteraan mitra pengemudi. “Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat,” jelasnya.

Hans menegaskan bahwa perusahaan ingin memastikan setiap kebijakan yang diterapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi para driver. Dengan penghentian program langganan, sistem pembagian hasil pada GoRide Hemat kini disamakan dengan layanan GoRide reguler, yaitu potongan platform sebesar 8 persen.

Penerapan sistem bagi hasil baru pada GoRide Hemat dipastikan akan berdampak pada tarif layanan. Gojek menyatakan bahwa akan ada penyesuaian harga untuk konsumen, meskipun dilakukan secara terbatas. Hans menegaskan bahwa penyesuaian tarif ini hanya berlaku untuk layanan GoRide Hemat dan tidak akan mempengaruhi tarif GoRide reguler, yang merupakan layanan dengan penggunaan terbesar saat ini. “Kedepannya, go-ride hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8 persen seperti go-ride reguler. Dampak dari ini, khususnya hanya untuk layanan go-ride hemat, akan ada penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas. Kami memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Artikel Terkait