Harga emas yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis, 14 Mei 2026, menunjukkan kestabilan. Emas Antam hari ini dipatok pada harga Rp 2.839.000 per gram.
Menurut informasi dari laman logammulia.com, harga emas Antam tetap di angka Rp 2.839.000 per gram seperti pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga buyback emas Antam juga tidak berubah, berada di Rp 2.656.000 per gram. Harga buyback ini adalah harga yang akan diterima jika konsumen menjual emas kepada Antam.
Rekor Harga Emas Antam
Untuk diketahui, harga emas Antam pernah mencapai rekor tertinggi pada 29 Januari 2026, dengan harga Rp 3.168.000 per gram. Pada saat yang sama, harga buyback emas Antam tercatat di Rp 2.989.000 per gram. Data mengenai harga emas ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis dari PT Aneka Tambang Tbk, sehingga menjamin akurasi dan kredibilitas informasi yang disampaikan kepada publik.
Pergerakan Harga Emas Global
Sebelumnya, harga emas di pasar global mengalami penurunan selama dua sesi berturut-turut pada Rabu, 13 Mei 2026. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran mengenai inflasi yang timbul akibat perang, yang mengurangi harapan akan penurunan suku bunga. Pasar juga memperhatikan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping.
Seperti yang dilaporkan oleh CNBC pada Kamis, 14 Mei 2026, harga emas spot mengalami penurunan sebesar 0,6% menjadi USD 4.686,99 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni naik 0,2% menjadi USD 4.694,70. Kenaikan harga produsen di AS pada bulan April lebih besar dari yang diperkirakan, menunjukkan inflasi yang meningkat di tengah konflik di Iran.
Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, menyatakan, "Inflasi tetap tinggi, sehingga ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama semakin menguat, dan hal ini telah menekan harga emas dalam dua hari terakhir." Emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi cenderung mempengaruhi harga logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Data yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa inflasi konsumen di AS meningkat lebih lanjut pada bulan April, dengan tingkat tahunan mencatatkan kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Bank sentral AS pada bulan lalu mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Para pelaku pasar sebagian besar memperkirakan adanya penurunan suku bunga di AS tahun ini, menurut alat FedWatch dari CME Group.
Presiden Trump juga memulai kunjungan pertamanya ke China dalam hampir satu dekade, berusaha untuk mencapai kesepakatan dan menjaga gencatan senjata perdagangan yang rapuh dengan negara ekonomi terbesar kedua di dunia, sambil berupaya meningkatkan peringkat persetujuan publiknya yang menurun akibat konflik dengan Iran.
Sementara itu, India telah menaikkan tarif impor untuk emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%, sebagai langkah untuk mengurangi pembelian logam mulia dari luar negeri dan mengurangi tekanan pada cadangan devisa negara. India merupakan konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia. Grant menambahkan bahwa informasi mengenai kenaikan bea impor di India dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan dan berpotensi menjadi hambatan jangka panjang.
Harga perak spot juga mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi USD 86,70 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Platinum turun 0,3% menjadi USD 2.120,20, sedangkan palladium mengalami penurunan sebesar 0,4% menjadi USD 1.484,10.