🔴 Breaking
Ekonomi

Dialog Strategis antara Xi Jinping dan Donald Trump untuk Stabilitas Ekonomi

Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berlangsung selama lebih dari dua jam, dengan fokus utama pada isu perdagangan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Chandra Kirana

Penulis

14 May 2026
8 kali dibaca
Dialog Strategis antara Xi Jinping dan Donald Trump untuk Stabilitas Ekonomi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, mengadakan pertemuan bilateral yang berlangsung selama dua jam 15 menit di Beijing pada Kamis, 14 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi kedua negara dalam upaya menstabilkan hubungan ekonomi mereka setelah terjadinya perang dagang yang signifikan pada tahun lalu.

Dalam pertemuan tersebut, isu perdagangan menjadi agenda utama yang dibahas, mengingat ketegangan yang pernah terjadi akibat kebijakan tarif yang saling diterapkan. Trump menegaskan pentingnya pembicaraan ini sebelum keberangkatannya ke Beijing, menyatakan, "Kami akan berbicara dengan Presiden Xi mengenai banyak hal berbeda. Saya kira, lebih dari apa pun, pembahasannya akan soal perdagangan.”

Optimisme untuk Masa Depan

Setelah pertemuan, Trump mengungkapkan harapannya untuk masa depan hubungan ekonomi kedua negara, dengan menyatakan, “Kita akan memiliki masa depan yang luar biasa bersama.” Sementara itu, Xi Jinping menekankan pentingnya menjaga hubungan bilateral yang stabil, terutama dalam konteks ekonomi dan perdagangan global. Ia menyatakan, "Hubungan bilateral yang stabil baik bagi dunia. Kita seharusnya menjadi mitra, bukan rival.”

Hubungan dagang antara AS dan China sempat mengalami ketegangan yang tinggi setelah pemerintahan Trump memberlakukan tarif tinggi terhadap produk-produk dari China, yang kemudian direspons oleh Beijing dengan kebijakan serupa. Pada puncaknya, tarif barang dari kedua negara sempat melampaui 100%. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, situasi mulai mereda dengan adanya pengurangan tarif dari kedua belah pihak. China juga setuju untuk menghentikan pembatasan ekspor mineral tanah jarang yang krusial bagi industri teknologi dan manufaktur global.

Pentingnya Sektor Bisnis

Pemerintahan Trump berusaha memastikan akses yang aman bagi Amerika Serikat terhadap pasokan mineral tanah jarang dari China, sambil mendorong ekspor produk pangan dan barang-barang AS ke pasar China yang besar. Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pemimpin perusahaan teknologi terkemuka AS, seperti Elon Musk, Jensen Huang, dan Tim Cook, yang menunjukkan besarnya perhatian sektor bisnis terhadap perbaikan hubungan dagang antara kedua negara.

Pasar kini menantikan apakah pertemuan Trump dan Xi dapat menghasilkan kesepakatan dagang yang lebih komprehensif dan mencegah terulangnya perang dagang yang sebelumnya telah menekan ekonomi global. Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada hari yang sama, dengan investor menunggu hasil dari pertemuan penting ini.

Trump tiba di China pada Rabu dan didampingi oleh sejumlah eksekutif AS, termasuk CEO Tesla dan Nvidia. Analis di Goldman Sachs memperkirakan bahwa fokus pertemuan ini akan lebih pada isu perdagangan dan kontrol ekspor, ketimbang menghasilkan perubahan besar dalam hubungan bilateral. Mereka mencatat bahwa China mungkin akan setuju untuk meningkatkan pembelian barang-barang dari AS sebagai imbalan untuk menghindari kenaikan tarif lebih lanjut.

Goldman Sachs juga mempertahankan pandangan positif terhadap aset-aset China, dengan menekankan daya saing ekspor negara tersebut dan nilai mata uang yang dianggap “kurang dihargai.”

Artikel Terkait