🔴 Breaking
Studi Mengungkap Bahaya Konsumsi Makanan Olahan Terkait Risiko Kematian Kesempatan Berkarir di Paramount Land, Dibutuhkan Lulusan S1 dari Berbagai Jurusan Harga Berlian Alam Terjun Bebas, Turun Hingga 51% dalam Lima Tahun Keceriaan Hari Pertama Acara #TanggalMerahUntukIbu di Bandung Donasi Besar Phil Knight untuk University of Oregon di Tengah Pemangkasan Anggaran Pendidikan oleh Trump Waktu untuk Diri Sendiri: Pentingnya Me Time bagi Ibu Jumlah Pekerja Terkena PHK Mencapai 53.490 di 2026, Ini Provinsi dengan Angka Tertinggi Tanda-Tanda Seseorang dengan Kecerdasan Rendah yang Perlu Diketahui Pengalaman Belajar Berpikir Logis Siswa TKII Al Abidin di Kebun Melon Penutupan Jalan Padang-Solok Akibat Banjir Bandang, Jembatan Bailey Siap Diterjunkan Studi Mengungkap Bahaya Konsumsi Makanan Olahan Terkait Risiko Kematian Kesempatan Berkarir di Paramount Land, Dibutuhkan Lulusan S1 dari Berbagai Jurusan Harga Berlian Alam Terjun Bebas, Turun Hingga 51% dalam Lima Tahun Keceriaan Hari Pertama Acara #TanggalMerahUntukIbu di Bandung Donasi Besar Phil Knight untuk University of Oregon di Tengah Pemangkasan Anggaran Pendidikan oleh Trump Waktu untuk Diri Sendiri: Pentingnya Me Time bagi Ibu Jumlah Pekerja Terkena PHK Mencapai 53.490 di 2026, Ini Provinsi dengan Angka Tertinggi Tanda-Tanda Seseorang dengan Kecerdasan Rendah yang Perlu Diketahui Pengalaman Belajar Berpikir Logis Siswa TKII Al Abidin di Kebun Melon Penutupan Jalan Padang-Solok Akibat Banjir Bandang, Jembatan Bailey Siap Diterjunkan
Kesehatan

Hati-hati! Kebiasaan Makan Ini Dapat Menyebabkan Batu Ginjal

Batu ginjal terbentuk akibat pengendapan mineral dalam urin yang terlalu pekat. Selain dehidrasi, pola makan yang buruk juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Maya Soraya Larasati

Penulis

04 August 2026
57 kali dibaca
Foto: Ilustrasi batu ginjal (Getty Images/Sewcream)
Foto: Ilustrasi batu ginjal (Getty Images/Sewcream)

Jakarta - Batu ginjal terjadi ketika mineral dan senyawa tertentu dalam urin mengkristal akibat konsentrasi yang terlalu tinggi. Meskipun kurangnya asupan cairan merupakan faktor risiko utama, pola makan yang tidak sehat juga dapat secara tidak sadar meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan makan yang dapat berkontribusi pada masalah ini agar tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih awal.

Kebiasaan Makan yang Meningkatkan Risiko Batu Ginjal

Menurut informasi yang diperoleh dari laman Eating Well, terdapat beberapa kebiasaan makan yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

1. Asupan Natrium Tinggi
Ahli diet Ashley Kitchens, MPH, RD, menyatakan bahwa konsumsi natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Untuk itu, disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan olahan dan camilan kemasan. "Asupan natrium yang tinggi menyebabkan ginjal Anda mengeluarkan lebih banyak kalsium dalam urine, yang meningkatkan risiko batu kalsium oksalat, jenis batu ginjal yang paling umum," ungkap Ashley.

2. Asupan Kalsium Rendah
Kekurangan kalsium juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Ahli diet Melissa Mitri, MS, RD, menjelaskan bahwa kalsium berfungsi untuk mengikat oksalat sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh, mencegah penumpukan dan pengkristalan di ginjal.

3. Mengonsumsi Protein Hewani Tinggi
Diet yang kaya akan protein hewani, terutama daging merah, dapat meningkatkan kadar asam urat dalam urin, yang berpotensi meningkatkan risiko batu ginjal. Sebagai alternatif, protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, dan tempe dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk kesehatan ginjal.

4. Konsumsi Gula Tambahan Tinggi
Gula tambahan juga merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi satu minuman soda manis per hari dapat meningkatkan risiko tersebut. "Gula tambahan secara diam-diam meningkatkan risiko batu ginjal jauh sebelum dehidrasi terjadi," kata Mitri.

Makanan yang Dapat Membantu Mengurangi Risiko Batu Ginjal

Berikut adalah lima jenis makanan yang dianjurkan oleh ahli gizi untuk dimasukkan ke dalam diet guna mengurangi kemungkinan terkena batu ginjal.

1. Jeruk dan Lemon
Buah-buahan sitrus seperti lemon, jeruk, dan limau merupakan pilihan terbaik untuk mencegah batu ginjal. Kitchens menyebutkan bahwa buah-buahan ini kaya akan sitrat yang dapat menghambat pembentukan kristal baru.

2. Makanan Kaya Kalsium
Menurut Mitri, makanan yang tinggi kalsium, termasuk produk susu dan susu nabati yang diperkaya, sangat penting karena kalsium membantu mengikat zat-zat di usus seperti oksalat. "Mendapatkan cukup kalsium justru melindungi, bukan berisiko," ujarnya. Jika tidak ingin mengonsumsi produk susu, sayuran hijau seperti kale dan bok choy bisa menjadi alternatif. "Mengonsumsi kale dan bok choy memberi Anda kalsium tanpa kandungan oksalat tinggi seperti pada bayam," tambah Kitchens.

3. Makan Buah dan Sayur
Penting untuk menjaga hidrasi setiap hari, bukan hanya saat merasa haus. Selain minum air, mengonsumsi buah dan sayur yang memiliki kandungan air tinggi seperti mentimun, semangka, dan jeruk dapat membantu meningkatkan volume urine dan mengencerkan mineral yang dapat membentuk batu ginjal.

4. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan, seperti kacang merah dan lentil, merupakan sumber protein nabati yang lebih ramah bagi ginjal. "Kacang-kacangan seperti lentil dan kacang merah adalah sumber protein yang bagus dan lebih rendah purin dibandingkan daging merah, yang mengurangi produksi asam urat dan risiko batu ginjal," jelas Kitchens.

5. Biji-bijian Utuh
Biji-bijian utuh seperti oat dan beras merah kaya akan magnesium, mineral yang dapat membantu mengurangi pembentukan batu ginjal. "Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti oat dan beras merah dalam diet Anda akan memberikan magnesium, yang mengikat oksalat di usus, sehingga mengurangi jumlah oksalat yang mencapai ginjal Anda," kata Kitchens.

Artikel Terkait