🔴 Breaking
Kesehatan

Kaitan Antara Kebiasaan Minum Kopi dan Mikroba Usus Menurut Penelitian

Kopi yang menjadi minuman favorit banyak orang ternyata memiliki hubungan dengan mikroba di usus. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa peminum kopi memiliki kadar bakteri tertentu yang lebih tinggi.

Arjuna Mahendra

Penulis

16 May 2026
9 kali dibaca
Kaitan Antara Kebiasaan Minum Kopi dan Mikroba Usus Menurut Penelitian
Minum kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Parichart Thongmee

Jakarta - Banyak individu memulai hari mereka dengan secangkir kopi. Selain memberikan manfaat kesehatan, terdapat fakta menarik mengenai kopi dan hubungannya dengan bakteri di dalam usus. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa berdasarkan analisis terhadap puluhan ribu sampel tinja, peminum kopi cenderung memiliki tingkat bakteri tertentu yang lebih tinggi. Uji laboratorium mengindikasikan bahwa kopi dapat mendukung pertumbuhan bakteri tersebut.

Para peneliti melakukan analisis terhadap data diet yang mendetail dari 22.867 orang di Amerika Serikat dan Britania Raya, dan membandingkannya dengan data mikrobioma publik yang mencakup 54.198 sampel. Hubungan antara konsumsi kopi dan perubahan mikrobioma usus terus muncul dalam berbagai kelompok penelitian.

Penemuan Menarik tentang Lawsonibacter Asaccharolyticus

Temuan paling signifikan dalam penelitian ini adalah bakteri usus yang dikenal sebagai Lawsonibacter asaccharolyticus, yang pertama kali diisolasi pada tahun 2018. Dalam beberapa kelompok penelitian, jumlah bakteri ini tercatat 4,5 hingga 8 kali lebih tinggi pada individu yang secara rutin mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi sama sekali. Bakteri ini juga ditemukan lebih banyak pada peminum kopi dengan porsi sedang.

Menariknya, pola ini tidak hanya dipengaruhi oleh kafein. Ketika tim peneliti menganalisis asupan kopi tanpa kafein pada subkelompok tertentu, bakteri yang sama masih terdeteksi bersamaan dengan kopi. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan ada senyawa lain dalam kopi yang berperan.

Hubungan Kimia dan Mikroba dalam Penelitian

Dalam eksperimen laboratorium, tim peneliti berhasil menumbuhkan Lawsonibacter asaccharolyticus dengan menambahkan kopi ke dalam media pertumbuhannya. Hasil menunjukkan bahwa bakteri tersebut tumbuh lebih baik pada beberapa konsentrasi kopi, termasuk kopi tanpa kafein. Untuk mengaitkan temuan ini dengan aspek kimia, peneliti juga menganalisis sampel darah dari kelompok peserta yang lebih kecil dan mencari metabolit, yaitu molekul kecil yang terbentuk saat tubuh dan mikroba memproses makanan. Ditemukan salah satu senyawa, asam quinic, yang memiliki hubungan kuat dengan konsumsi kopi dan keberadaan bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus.

Penelitian ini sejalan dengan eksperimen lainnya yang menunjukkan bahwa senyawa dalam kopi dapat diubah oleh mikrobioma usus, yang pada gilirannya mempengaruhi jenis bakteri yang tumbuh. Namun, hasil studi ini tidak berarti bahwa kopi dapat dianggap sebagai obat. Penelitian hanya menunjukkan adanya hubungan antara kopi, bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus, dan senyawa kimia dalam darah.

Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan apakah peningkatan jumlah bakteri tersebut dapat memperbaiki kesehatan atau apakah memulai kebiasaan minum kopi akan memberikan manfaat bagi mereka yang sebelumnya menghindari minuman ini. Meski demikian, bagi banyak orang, penelitian ini memberikan perspektif baru mengenai kebiasaan minum kopi setiap pagi, yang tidak hanya berfungsi untuk menghilangkan rasa kantuk, tetapi juga dapat mempengaruhi kondisi tubuh dari dalam.

Artikel Terkait