Setiap tahun, kanker serviks mengakibatkan lebih dari 350 ribu kematian pada wanita di seluruh dunia. Berbeda dengan jenis kanker lainnya yang sering muncul secara tiba-tiba, kanker ini dapat diketahui penyebabnya serta ada cara untuk mencegahnya. Penelitian menunjukkan bahwa human papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama hampir semua kasus kanker serviks, menjadikan penyakit ini lebih dapat dipahami dan dicegah.
Pentingnya Vaksin HPV
Vaksin HPV menjadi langkah pencegahan yang utama terhadap kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan yang mendapatkan vaksinasi HPV pada usia 12 hingga 13 tahun mengalami penurunan risiko kanker serviks hingga 87 persen. Menurut Dr. Neha Kumar, seorang konsultan senior onkologi ginekologi, waktu vaksinasi sangat krusial. Bagi wanita yang divaksinasi pada usia lebih tua, antara 16 hingga 18 tahun, penurunan kejadian kanker serviks hanya mencapai 34 persen. Karena virus ini menyebar melalui kontak seksual, vaksinasi sebelum terpapar virus jauh lebih efektif. Meskipun wanita yang lebih tua tetap dapat memperoleh manfaat dari vaksin HPV, tingkat perlindungannya akan lebih rendah.
“Banyak orang dewasa mungkin mendapat manfaat dari vaksinasi setelah konsultasi medis,” jelasnya.
Pentingnya Skrining Kesehatan
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin juga sangat penting. Kanker serviks pada stadium awal sering kali tidak menunjukkan gejala. Tes Pap Smear dan tes HPV dapat mendeteksi perubahan sel abnormal bertahun-tahun sebelum berkembang menjadi kanker. Melewatkan pemeriksaan kesehatan dapat berakibat pada diagnosis kanker yang terlambat, di mana pengobatan menjadi jauh lebih sulit saat penyakit sudah berada pada stadium lanjut.
Dr. Kumar juga menyarankan agar menjaga kebersihan organ intim, menerapkan praktik kesehatan seksual yang aman, dan segera mengobati infeksi yang berulang. Pola makan yang sehat, seperti mengonsumsi makanan kaya antioksidan, sayuran hijau, dan makanan yang tinggi folat, juga dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Tidur yang cukup berperan penting, karena sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat membantu mengatasi infeksi HPV secara alami.
Selain itu, penting untuk tidak menganggap gejala yang tidak biasa sebagai hal yang normal. Perdarahan yang tidak teratur, perdarahan setelah berhubungan seksual, keputihan yang tidak biasa, atau nyeri panggul yang berkepanjangan harus diperiksa lebih lanjut dan tidak diabaikan sebagai masalah hormonal.