Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia tetap waspada setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ia menegaskan bahwa langkah kebijakan akan diambil setelah dokumen resmi kesepakatan ditandatangani.
Airlangga mengungkapkan hal ini setelah rapat dengan anggota Dewan Pengawas Danantara. Ia memantau dampak dari kesepakatan damai tersebut, termasuk penurunan harga minyak dunia yang kini berada di kisaran USD 83 per barel. "Ya pertama tentu kita monitor karena harga minyak kan turun lagi ke sekitar USD 83, tetapi kan semua ini baru selesai sudah ditandatangani," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (16/6/2026).
Kesepakatan Damai dan Dampaknya
Setelah berlangsung cukup lama, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara telah sepakat untuk berdamai dan membuka kembali akses di Selat Hormuz. Perjanjian damai antara AS dan Iran ini direncanakan akan ditandatangani dalam waktu dekat. Meskipun dokumen resmi belum ada, Airlangga menegaskan pentingnya untuk tetap berhati-hati. "Jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif. Tunggu sampai ditandatangani," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Indonesia membuka peluang untuk mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah setelah jalur perdagangan di Selat Hormuz kembali dibuka. Ia menekankan bahwa meskipun Selat Hormuz telah dibuka, Indonesia tetap menghormati kontrak jangka panjang untuk impor minyak dan gas bumi dengan negara lain. "Tapi kalau harganya lebih kompetitif, maka tidak menutup kemungkinan juga untuk kita coba membuka akses pasar di Middle East," tambah Bahlil di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Peluang Impor dan Stabilitas Harga
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, juga menyatakan bahwa Indonesia terbuka untuk kontrak baru dalam impor migas, termasuk dari negara-negara Timur Tengah setelah pelayaran di Selat Hormuz kembali normal. "Seperti yang sudah dikatakan pak Menteri tadi, semua alternatif kalau lebih kompetitif tentu akan diprioritaskan," ujarnya saat ditemui pada kesempatan yang sama.
Laode menambahkan bahwa kemungkinan harga BBM non-subsidi akan mengalami penyesuaian turun pada bulan mendatang, seiring dengan stabilnya harga minyak setelah meredanya konflik di Timur Tengah. "Kalau di kita kan penetapan harganya basisnya bulanan. Jadi tentu kita akan jadikan perubahan ini sebagai basis untuk bulan berikutnya," jelasnya.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah tercapai, yang diharapkan dapat mengakhiri permusuhan antara kedua negara. Kesepakatan ini juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional. Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social, di mana ia menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai dan akan memungkinkan kembali beroperasinya jalur pelayaran strategis tersebut. "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Trump, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera, pada Senin (15/6/2026).
Trump juga menyatakan bahwa pemerintah AS mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan bea dan mencabut blokade yang sebelumnya diberlakukan oleh Angkatan Laut AS. "Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa bea dan mengizinkan penghapusan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir," tuturnya.