🔴 Breaking
Kesehatan

Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Kesehatan Ginjal

Ginjal adalah organ penting yang berfungsi menyaring limbah dari darah, namun sering kali diabaikan hingga mengalami kerusakan. Terdapat beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa berkontribusi pada pen...

Sekar Wangi

Penulis

26 June 2026
13 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/MonthiraYodtiwong
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/MonthiraYodtiwong

Ginjal memiliki peran krusial dalam menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur tekanan darah. Sayangnya, organ ini sering kali kurang mendapatkan perhatian hingga gejalanya sudah parah. Data global menunjukkan bahwa hampir 10 persen dari populasi dunia menderita penyakit ginjal kronis yang berkembang secara perlahan. Selain diabetes dan hipertensi, beberapa kebiasaan sehari-hari ternyata dapat merusak fungsi ginjal.

Menurut Dr. Shalabh Agrawal, seorang ahli urologi dan andrologi dari Delhi, India, "Pilihan kecil sehari-hari bisa berdampak signifikan pada kesehatan ginjal jangka panjang." Berikut adalah enam kebiasaan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan ginjal.

1. Konsumsi Garam Berlebih

Asupan garam yang tinggi dapat menjadi beban bagi ginjal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi garam tidak melebihi 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari. Namun, banyak orang yang tidak menyadari hal ini karena sering mengonsumsi makanan olahan atau makanan dari restoran. "Saat makan terlalu banyak natrium, tubuh menahan air ekstra untuk mengencerkannya. Ini memicu tekanan darah tinggi yang merusak pembuluh darah halus penyaring limbah di dalam ginjal," ungkap Dr. Agrawal.

2. Penggunaan Obat Pereda Nyeri yang Berlebihan

Bagi mereka yang sering mengalami sakit kepala, nyeri sendi, atau pegal otot, penggunaan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau diklofenak menjadi hal yang umum. Obat-obatan ini dapat menekan zat prostaglandin yang berfungsi menjaga aliran darah ke ginjal. Jika aliran darah ke ginjal berkurang drastis, risiko cedera ginjal akut dapat meningkat.

3. Kurang Mengonsumsi Air Putih

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat dan kental, yang berpotensi meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Public Health Nutrition menunjukkan bahwa hidrasi yang cukup sangat penting untuk membantu ginjal membuang racun dari tubuh.

4. Makanan Ultra-Processed

Konsumsi makanan seperti mi instan, camilan kemasan, sosis, dan daging olahan sering kali tinggi natrium dan zat aditif fosfor. Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Kidney Diseases menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-processed dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

5. Kurang Tidur dan Begadang

Tidur kurang dari enam jam per malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Akibatnya, proses regenerasi organ terganggu dan dapat menyebabkan stres pada jaringan ginjal. Oleh karena itu, penting untuk memastikan tidur yang cukup demi menjaga kesehatan organ dalam.

6. Konsumsi Gula Berlebih

Konsumsi gula yang berlebihan dari minuman manis, boba, dan gula tersembunyi dalam saus kemasan dapat memicu obesitas. Secara medis, obesitas merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dan hipertensi, yang merupakan dua risiko terbesar yang dapat merusak ginjal dan memaksa pasien untuk menjalani prosedur cuci darah.

Dengan memperhatikan kebiasaan sehari-hari ini, kita dapat lebih menjaga kesehatan ginjal dan mencegah kerusakan yang lebih serius di masa depan.

Artikel Terkait