CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah menggeser posisi Sergey Brin, salah satu pendiri Google, dalam daftar orang terkaya di dunia pada Rabu, 23 September 2026. Pada hari tersebut, Zuckerberg menempati peringkat kelima dengan total kekayaan bersih mencapai lebih dari 256,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 4.606 triliun), berkat peningkatan yang signifikan dari agen AI Meta, Muse, yang menambah kekayaannya lebih dari 4 miliar dollar AS (sekitar Rp 71,7 triliun).
Kekayaan Sergey Brin tercatat sebesar 255,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 4.582 triliun), menempatkannya di bawah Zuckerberg. Peningkatan kekayaan Zuckerberg didorong oleh pergerakan saham Meta yang mengalami kenaikan sebesar 2,1 persen, mencapai lebih dari 750 dollar AS (sekitar Rp 13,4 juta) per saham pada pukul 14.00 waktu setempat.
Peningkatan Saham Meta dan Kekayaan Zuckerberg
Menurut pemantauan dari daftar orang terkaya yang diperbarui secara real-time oleh Forbes, pada 28 September 2026, Zuckerberg kini berada di urutan keempat dengan kekayaan bersih mencapai 266,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 4.778 triliun). Sejak awal pekan, saham Meta juga menunjukkan tren positif, dengan lonjakan sekitar 11 persen pada hari Senin, yang membuat Zuckerberg meraih tambahan sekitar 25 miliar dollar AS (sekitar Rp 448 triliun) dalam waktu satu hari. Secara keseluruhan, harga saham Meta telah meningkat lebih dari 34 persen dalam sebulan terakhir.
Kekayaan Mark Zuckerberg sebagian besar berasal dari kepemilikannya di Meta, yang didirikan sebagai Facebook pada tahun 2004. Meta mulai diperdagangkan di bursa saham pada tahun 2012, dan hingga saat ini, Zuckerberg masih memiliki sekitar 13 persen saham perusahaan tersebut.
Sergey Brin dan Penurunan Kekayaannya
Sementara itu, Sergey Brin tetap menjadi salah satu pemegang saham utama di Alphabet, perusahaan induk Google. Namun, kekayaannya mengalami penurunan lebih dari 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 161 triliun) pada hari Rabu, seiring dengan penurunan saham Alphabet yang mencapai 3,5 persen.
Kenaikan saham Meta yang berkontribusi pada peningkatan kekayaan Zuckerberg tampaknya terkait dengan optimisme investor terhadap Muse, agen AI pribadi yang baru diluncurkan oleh Meta. Muse dirancang untuk membantu pengguna dalam menyelesaikan berbagai tugas harian selama 24 jam nonstop, termasuk mengirim email, melakukan pembelian, menyusun jadwal, dan menjalankan tugas pribadi lainnya. Data dari Apptopia menunjukkan bahwa aplikasi AI Muse telah diunduh sekitar 2,8 juta kali sejak peluncurannya di awal September.
Menurut analis dari JPMorgan, Muse berpotensi menjadi aplikasi AI konsumen yang paling banyak digunakan setelah ChatGPT, meskipun pertumbuhannya ke depan masih perlu diamati.