Keluarga dari almarhum Yurizal Tri Chaerawan akhirnya memberikan tanggapan mengenai isu yang sempat menjadi perhatian publik. Dalam pernyataan yang beredar di media sosial, mereka meminta agar permasalahan ini tidak lagi menjadi topik pembicaraan di ruang publik.
Pernyataan tersebut diunggah oleh pihak yang mengaku sebagai keluarga Yurizal, dan mereka menyatakan bahwa seluruh proses yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi telah dianggap selesai. "Kami, keluarga besar almarhum Yurizal Tri Chaerawan, menyampaikan bahwa seluruh proses terkait peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik telah kami anggap selesai. Oleh karena itu, kami berharap persoalan ini tidak lagi menjadi bahan pembahasan di ruang publik," tulis mereka.
Permohonan untuk Diberi Waktu Berduka
Keluarga juga menekankan bahwa saat ini mereka masih berada dalam suasana duka dan memerlukan waktu serta ketenangan untuk menjalani masa berkabung. Mereka meminta agar rekan-rekan media serta pihak lainnya tidak menghubungi anggota keluarga melalui berbagai saluran komunikasi. "Dengan segala hormat, kami memohon kepada rekan-rekan media maupun pihak-pihak lainnya agar tidak lagi menghubungi anggota keluarga kami melalui berbagai saluran komunikasi," ungkap mereka.
Selain itu, keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan doa, dukungan, perhatian, dan simpati kepada almarhum dan keluarga. "Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa," harap mereka.
Kronologi Kejadian yang Menyita Perhatian
Sebelumnya, sebuah unggahan di platform media sosial Threads oleh Yurizal, seorang pasien BPJS Kesehatan, viral setelah ia mengeluhkan keterlambatan mendapatkan ruang rawat inap meskipun telah menunggu selama delapan jam. Unggahan tersebut memicu beragam reaksi, termasuk komentar dari beberapa akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan, yang dinilai tidak menunjukkan empati dan cenderung merundung pasien.
Yurizal dilaporkan meninggal dunia sembilan hari setelah unggahan tersebut, tepatnya pada 31 Juli 2026, menurut seorang yang mengaku sebagai kerabatnya. Komentar tidak empatik dari dokter dan tenaga kesehatan kembali menjadi sorotan dan mendapat kecaman dari netizen.