🔴 Breaking
Kesehatan

Kemenkes Siapkan RS Lapangan Steril di Ruteng untuk Korban Gempa

Kementerian Kesehatan RI telah membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Manggarai, NTT, untuk memberikan perawatan bagi korban gempa, terutama yang mengalami patah tulang.

Sabina Almira

Penulis

19 August 2026
8 kali dibaca
Foto: Dok Kemenkes RI
Foto: Dok Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengambil langkah cepat dengan mendirikan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Fasilitas darurat ini dibangun untuk memastikan bahwa tindakan operasi bagi korban patah tulang akibat gempa dapat dilakukan dalam ruang yang steril dan aman. Langkah ini diambil untuk mengatasi kerusakan yang dialami oleh RSUD Ruteng akibat gempa bumi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan rumah sakit lapangan tersebut pada Selasa, 18 Agustus 2026. "Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi," jelas Menkes dalam pernyataannya.

Ruang Operasi Darurat untuk Penanganan Trauma

Kehadiran ruang operasi darurat menjadi prioritas utama Kemenkes, mengingat banyaknya korban gempa yang memerlukan penanganan cepat untuk kasus trauma, terutama patah tulang akibat tertimpa reruntuhan. Tenda pembedahan dibangun dengan standar yang memenuhi syarat ruang steril dan terisolasi untuk mengurangi risiko infeksi pascaoperasi. Fasilitas ini dilengkapi dengan meja operasi, lampu khusus untuk pembedahan, serta area sterilisasi alat medis.

Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa model ruang operasi lapangan terisolasi seperti ini sebelumnya telah terbukti efektif dalam menangani situasi medis darurat, termasuk saat bencana di Sumedang dan Aceh.

Target Kapasitas dan Penambahan Fasilitas

Selain ruang pembedahan, rumah sakit lapangan ini juga memiliki tenda khusus untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan beberapa tenda untuk rawat inap. Pada tahap awal, rumah sakit ini menyediakan sekitar 60 tempat tidur untuk pasien. Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien yang mengalami cedera, Kemenkes berencana menambah unit tenda standar internasional yang dikirim dari Bali, sehingga kapasitas dapat ditingkatkan menjadi minimal 100 tempat tidur.

Kemenkes juga mengonfirmasi bahwa mereka akan mereplikasi pembangunan rumah sakit lapangan serupa di Kabupaten Nagekeo, mengingat RSUD Nagekeo juga terdampak gempa dan tidak dapat beroperasi secara optimal. "Kita akan replikasi rumah sakit lapangan ini selain di Ruteng juga di Nagekeo," tambahnya.

Dengan pengerahan rumah sakit lapangan steril, mobilisasi dokter spesialis ortopedi, serta pasokan logistik medis, Kemenkes berkomitmen untuk memastikan bahwa semua korban yang terdampak gempa NTT mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan memadai.

Artikel Terkait