🔴 Breaking
Ekonomi

Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran akan ditandatangani segera, diikuti dengan pembukaan Selat Hormuz bagi semua pengguna jalur p...

Raihan Fadhila

Penulis

15 June 2026
9 kali dibaca
Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz
Sebuah perahu motor kecil melewati kapal-kapal yang berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Kamis, 11 Juni 2026. (Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran direncanakan akan ditandatangani pada hari Minggu waktu setempat. Setelah penandatanganan kesepakatan tersebut, Selat Hormuz diharapkan akan dibuka kembali untuk semua pihak yang menggunakan jalur pelayaran internasional.

Meski demikian, pemerintah Iran masih bersikap hati-hati dan belum memberikan pengumuman resmi mengenai keputusan akhir terkait proposal yang diajukan oleh AS. Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan keyakinannya bahwa proses perdamaian antara kedua negara akan segera mencapai kesepakatan. "Kesepakatan dijadwalkan ditandatangani, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz akan terbuka untuk semua pihak," tulis Trump.

Kerja Sama dalam Isu Nuklir

Trump juga menambahkan bahwa AS berencana untuk bekerja sama dengan Iran dalam menangani isu uranium yang telah diperkaya, meskipun ia belum memberikan rincian mengenai waktu atau mekanisme pelaksanaannya. "Pada waktu yang tepat, ketika semuanya sudah tenang, kami akan masuk dan mengambil debu nuklir yang terkubur jauh di bawah pegunungan granit yang kuat," ujarnya.

Ia berharap agar hubungan antara AS, Iran, dan kawasan Timur Tengah dapat membaik dalam jangka panjang. "Kami menantikan kerja sama dengan Iran dan seluruh Timur Tengah dalam waktu yang panjang ke depan," tambahnya.

Reaksi dari Iran

Walaupun Trump menunjukkan optimisme, sinyal dari Teheran menunjukkan bahwa proses negosiasi belum sepenuhnya selesai. Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah Iran mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran, yang menyatakan bahwa pemerintah Iran masih mengevaluasi berbagai aspek dari kesepakatan yang diusulkan oleh AS. Sumber tersebut menegaskan bahwa Iran belum mengambil keputusan final karena masih melakukan peninjauan dari sisi politik, hukum, dan teknis.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga meminta semua pihak untuk bersikap hati-hati terkait informasi mengenai jadwal penandatanganan kesepakatan. "Kita harus menunggu dan melihat tanggal pasti penandatanganan nota kesepahaman tersebut, meskipun itu tidak akan terjadi besok," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kemungkinan penandatanganan dalam beberapa hari ke depan tetap ada, tetapi sikap yang belum konsisten dari pihak lain membuat Iran harus berhati-hati dalam memberikan komentar.

Di akhir unggahannya, Trump memberikan peringatan tersirat kepada Iran jika proses negosiasi tidak berjalan sesuai harapan Washington. "Mudah-mudahan proses ini berjalan cepat, mudah, dan lancar. Jika tidak, kami memiliki alternatif terakhir yang paling kuat, yang semoga tidak perlu digunakan lagi!"

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa AS dan Iran saat ini berada pada posisi yang paling dekat menuju kesepakatan damai dibandingkan sebelumnya. Ia bahkan mengindikasikan bahwa proses finalisasi dapat terjadi dalam 24 jam ke depan, sebelum dilanjutkan dengan pembicaraan teknis pada pekan berikutnya. Pernyataan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh Trump melalui akun Truth Social miliknya.

Wakil Perdana Menteri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membahas perkembangan negosiasi tersebut dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan. "Mereka menyambut baik negosiasi AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir, dengan upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung besok, dan berharap perkembangan penting ini dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan," tulis Dar melalui akun X.

Artikel Terkait