New York masih memegang posisi sebagai kota dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia pada tahun 2026. Jakarta berhasil masuk dalam jajaran 20 besar bersama dengan Tokyo dan Dubai, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Indonesia.
Berdasarkan laporan Hurun Global Rich List 2026, New York tercatat memiliki 146 miliarder hingga 15 Januari 2026, menjadikannya sebagai kota dengan konsentrasi miliarder terbesar di dunia. Meskipun tetap di posisi teratas, jarak antara New York dan kota-kota pesaingnya semakin menyusut.
Persaingan Miliarder di Asia
Di urutan kedua terdapat Shenzhen, China, dengan 132 miliarder, diikuti oleh Shanghai dengan 120 miliarder, dan Beijing yang menempati posisi keempat dengan 107 miliarder. Dominasi New York didukung oleh keberadaan Wall Street sebagai pusat keuangan global serta ekosistem bisnis yang kuat dalam sektor teknologi, properti, dan private equity.
London berada di posisi kelima dengan 102 miliarder, menjadikannya satu-satunya kota di Eropa yang berhasil masuk dalam lima besar. Data ini menunjukkan bahwa pusat-pusat kekayaan global kini tidak hanya terpusat di Amerika Serikat dan Eropa, tetapi juga semakin bergeser ke Asia, yang terus melahirkan miliarder baru setiap tahunnya.
Peran Asia dalam Perekonomian Global
China mendominasi daftar kota miliarder dunia 2026. Selain Shenzhen, Shanghai, dan Beijing, kota-kota lain di China juga berhasil masuk dalam jajaran pusat kekayaan global, seperti Hangzhou yang berada di posisi ke-10 dengan 65 miliarder. Secara keseluruhan, ada delapan kota di China dalam peringkat tersebut, menyumbang sekitar 34% dari total miliarder di 32 kota teratas dunia.
Pertumbuhan kekayaan di China dalam beberapa dekade terakhir didorong oleh perkembangan sektor teknologi, manufaktur, e-commerce, dan investasi. India juga menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan Mumbai di posisi keenam memiliki 95 miliarder, sedangkan New Delhi berada di urutan ke-11 dengan 64 miliarder. Keberhasilan kedua negara ini menciptakan miliarder baru menegaskan semakin kuatnya peran Asia dalam perekonomian global.
Asia kini menjadi kawasan dengan konsentrasi miliarder terbesar di dunia, dengan sekitar 58% miliarder dalam peringkat berasal dari kota-kota di Asia. Selain kota-kota di China dan India, pusat kekayaan baru juga muncul di Asia, termasuk Singapura, Taipei, Bangkok, Seoul, Jakarta, dan Tokyo. Jakarta sendiri berada di posisi ke-20 dunia dengan 32 miliarder, setara dengan Seoul dan Ningbo.
Masuknya Jakarta dalam daftar ini mencerminkan semakin besarnya peran Indonesia dalam menciptakan masyarakat dengan kekayaan tinggi, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sektor bisnis nasional. Di luar Asia, beberapa pusat kekayaan tradisional masih mempertahankan pengaruhnya, seperti London, Moskow, dan Paris. Kota-kota lain di Amerika Utara, seperti San Francisco, Los Angeles, dan Dallas, tetap menjadi tujuan bagi para pengusaha dan investor kaya, sementara Dubai semakin menonjol sebagai pusat investasi di Timur Tengah.