🔴 Breaking
Ekonomi

Kunjungan Menlu Qatar ke Indonesia, Komitmen Investasi Rp 70 Triliun Ditegaskan

Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, untuk menegaskan komitmen investasi Qa...

Sekar Wangi

Penulis

15 June 2026
5 kali dibaca
Kunjungan Menlu Qatar ke Indonesia, Komitmen Investasi Rp 70 Triliun Ditegaskan
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Negara Urusan Luar Negeri (Menlu) Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (15/6/2026) sore. (Dok. Sekretariat Kabinet)

Pada Senin sore, 15 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Al-Muraikhi menegaskan komitmen pemerintah Qatar untuk berinvestasi di Indonesia, dengan nilai investasi mencapai US$ 4 miliar, yang setara dengan sekitar Rp 70,8 triliun, serta rencana untuk memperluas investasi di berbagai sektor strategis.

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menlu Qatar juga menyampaikan salam dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, kepada Presiden Prabowo. Emir Qatar memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang dijalankan oleh Prabowo, termasuk di bidang pendidikan dan penyediaan makanan bergizi gratis.

Rencana Kunjungan Emir Qatar

Menlu Qatar mengungkapkan bahwa Emir Qatar berencana untuk mengunjungi Indonesia pada akhir tahun 2026. Kunjungan ini akan menjadi momen penting untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Qatar.

“Rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir tahun 2026, yang akan menjadi momentum penting peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Qatar,” ungkap Menlu Qatar.

Diskusi dengan Jerman

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, untuk membahas penguatan kemitraan strategis antara kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai sektor kerja sama, termasuk ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

Prabowo menekankan pentingnya hubungan antara Indonesia dan Eropa, serta harapannya agar perjanjian Indonesia-Uni Eropa CEPA dapat segera mencapai kesimpulan substantif. Ia juga mengundang Jerman untuk memperluas investasi di sektor transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, dan industri semikonduktor.

“Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia. Contoh di bidang transisi energi, di bidang hilirisasi industri, di bidang kendaraan karena kita akan menuju kepada kendaraan listrik, serta pengembangan industri semikonduktor,” jelasnya.

Prabowo juga mendukung penuh kerja sama yang dilakukan melalui Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration Program dan mengajak Jerman untuk terlibat dalam pengelolaan sektor mineral kritis.

“Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, juga dalam pengembangan infrastruktur kita,” tuturnya.

Di sisi lain, Prabowo menyambut baik implementasi program Partnering in Business with Germany yang bertujuan untuk memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Ia juga mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Joint Economic and Investment Committee yang kedua tahun ini.

Artikel Terkait