Kanker serviks merupakan jenis kanker yang berasal dari leher rahim atau serviks, dengan hampir semua kasus disebabkan oleh infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang menyebar melalui hubungan seksual. Sering kali, kanker ini tidak menunjukkan gejala hingga mencapai tahap yang lebih parah.
Stadium Kanker Serviks
Kanker serviks dibagi menjadi empat stadium, masing-masing menunjukkan tingkat penyebaran kanker. Stadium 1 menunjukkan kanker hanya terdapat di leher rahim, dengan subkategori 1A dan 1B berdasarkan ukuran tumor. Pada stadium 2, kanker mulai menyebar ke jaringan di sekitar leher rahim, tetapi belum mencapai dinding panggul. Stadium 3 menandakan bahwa kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina, dinding panggul, atau kelenjar getah bening. Sedangkan stadium 4 menunjukkan penyebaran kanker ke organ-organ lain seperti paru-paru, kandung kemih, atau rektum.
Gejala Kanker Serviks Stadium Lanjut
Ketika kanker serviks memasuki stadium lanjut, beberapa gejala dapat muncul. Salah satunya adalah keputihan yang tidak normal, yang dapat bertekstur encer, bercampur darah, dan berbau tidak sedap. Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp. Onk, menjelaskan bahwa keputihan yang berwarna atau berbau menunjukkan adanya infeksi atau bahkan kanker. Gejala lainnya termasuk perdarahan saat berhubungan intim, yang bisa menjadi tanda bahwa kanker telah menyebar ke jaringan sekitarnya.
Selain itu, kanker serviks dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti keluarnya feses dari vagina atau kebocoran saluran kemih. Prof. Yudi menekankan bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa kanker telah menembus dinding pemisah antara rahim dan saluran pencernaan atau saluran kemih.
Metode Diagnostik Kanker Serviks
Untuk mendiagnosis kanker serviks, terdapat beberapa metode yang umum digunakan. Salah satunya adalah Pap Smear, yang dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk mendeteksi perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker. Metode lainnya adalah skrining dengan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), yang melibatkan pengolesan larutan asam asetat pada leher rahim. Jika muncul bercak putih, ini bisa menandakan adanya perubahan sel yang perlu diperiksa lebih lanjut. Selain itu, tes HPV DNA juga digunakan untuk mendeteksi strain HPV berisiko tinggi yang berkontribusi pada perkembangan kanker serviks.