🔴 Breaking
Teknologi

SpaceX Luncurkan 29 Satelit Starlink, Targetkan 100.000 Satelit di Orbit

SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, telah meluncurkan 29 satelit Starlink baru ke orbit rendah Bumi, menambah jumlah satelit aktif menjadi lebih dari 10.900. Perusahaan ini berencana untuk memperluas...

Chandra Kirana

Penulis

13 August 2026
7 kali dibaca
Tahap pertama roket Falcon 9 berhasil mendarat di kapal drone milik SpaceX bernama A Shortfall of Gravitas yang berada di Samudra Atlantik
Tahap pertama roket Falcon 9 berhasil mendarat di kapal drone milik SpaceX bernama A Shortfall of Gravitas yang berada di Samudra Atlantik

Perusahaan antariksa yang dipimpin oleh Elon Musk, SpaceX, kembali melakukan peluncuran dengan menambahkan 29 satelit baru dari konstelasi Starlink ke orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO). Peluncuran ini berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, pukul 11.58 waktu setempat, menggunakan roket Falcon 9 yang diluncurkan dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat.

Dengan tambahan 29 satelit tersebut, jumlah satelit Starlink yang aktif di orbit kini telah mencapai lebih dari 10.900 unit, menjadikannya sebagai konstelasi satelit terbesar yang pernah ada, menurut astrofisikawan Jonathan McDowell. Peluncuran ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas SpaceX sepanjang tahun 2026, di mana dari total 93 peluncuran Falcon 9 yang telah dilakukan, 72 di antaranya ditujukan untuk memperkuat jaringan Starlink.

Keberhasilan Peluncuran dan Misi Lain

SpaceX telah berulang kali menggunakan roket Falcon 9 untuk mengirim satelit Starlink ke orbit. Roket booster tahap pertama Falcon 9 yang digunakan dalam peluncuran ini, dengan kode B1085, telah menyelesaikan 18 penerbangan. Sekitar 8,5 menit setelah peluncuran, tahap pertama berhasil mendarat di kapal drone SpaceX yang bernama A Shortfall of Gravitas, yang berada di Samudra Atlantik. Sementara itu, tahap atas roket Falcon 9 melanjutkan perjalanan untuk melepaskan 29 satelit Starlink ke orbit. Jika semua berjalan sesuai rencana, satelit-satelit tersebut akan dilepaskan sekitar 64 menit setelah peluncuran.

Roket B1085 tidak hanya digunakan untuk misi Starlink, tetapi juga sebelumnya telah mengangkut misi Crew-9 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan misi Fram 2 yang mengelilingi wilayah kutub Bumi.

Target Ambisius SpaceX

Meskipun sudah memiliki lebih dari 10.900 satelit aktif, SpaceX tidak berencana berhenti di angka tersebut. Perusahaan ini memiliki target ambisius untuk memperluas konstelasi Starlink hingga mencapai 100.000 satelit. Untuk mencapai target tersebut, SpaceX akan mengandalkan generasi terbaru satelit, Starlink V3, yang menawarkan kapasitas uplink dan downlink yang lebih besar dibandingkan dengan satelit sebelumnya.

Jika target ini tercapai, jumlah satelit Starlink di orbit akan meningkat hampir sepuluh kali lipat dibandingkan dengan jumlah saat ini. Selain itu, Elon Musk juga pernah menyatakan keinginannya untuk meluncurkan satu juta satelit pusat data AI ke orbit Bumi.

Artikel Terkait