JAKARTA - Bagi sebagian orang, produk teknologi canggih dari Apple mungkin hanya berfungsi sebagai alat untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun, bagi tiga pengusaha asal Indonesia, perangkat tersebut menjadi bagian integral dalam perjalanan mereka membangun dan mengembangkan bisnis. Ketiga pengusaha ini memiliki pengalaman yang berbeda dalam memanfaatkan ekosistem Apple, mulai dari hadiah sederhana dari orang tua hingga aplikasi untuk proyek desain yang kompleks.
Amanda Mitsuri: Inspirasi dari Hadiah Ayah
Cerita pertama datang dari Amanda Mitsuri, pendiri Massicot, sebuah perusahaan perhiasan lokal yang populer. Perjalanannya dengan Apple dimulai pada tahun 2011 ketika ayahnya memberinya sebuah MacBook Pro. Ayah Amanda memahami minatnya dalam seni dan desain, sehingga memilih perangkat tersebut sebagai dukungan untuk kariernya. “Dia bilang ini warisan yang bukan ratusan juta, tapi ini perangkat penting, atau istilahnya 'launcher' untuk memulai bisnis dan karier saya,” ungkap Amanda dalam sebuah acara di Jakarta Selatan.
Hadiah tersebut mendorong Amanda untuk memikirkan bisnisnya sendiri, terinspirasi oleh ayahnya yang merupakan seorang pebisnis. Dengan ketertarikan di bidang seni dan desain, ia mulai mengeksplorasi berbagai material dan menghasilkan koleksi batu hias buatan. Seiring pertumbuhan bisnisnya, MacBook Pro tidak hanya berfungsi sebagai alat berkarya, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Kini, Amanda menggunakan berbagai perangkat Apple, termasuk iPhone Pro dan iPad Pro, yang membantunya bekerja lebih efisien.
Kisah Personal Amanda dengan iPad Pro
Amanda juga memiliki pengalaman pribadi yang membuat iPad Pro sangat berarti baginya. Pada tahun 2018, saat menjadi ibu, ia mengalami masa di mana harus tinggal di rumah selama tiga bulan. Suaminya memberinya sebuah iPad Pro yang menjadi "penyelamat" karena membantunya tetap berkarya meskipun ruang geraknya terbatas. Ia menggunakan perangkat tersebut untuk menggambar dan menuangkan ide-ide kreatifnya. “Perangkat ini bisa dibilang menyelamatkan hidup saya, karena saya tetap bisa bercerita meski ruang gerak saya terbatas,” jelas Amanda.
Revano Satria: Desain yang Kompleks dengan Apple
Cerita berbeda datang dari Revano Satria, pendiri dan kurator RSI Group, yang bergerak di bidang arsitektur dan desain. Bagi Revano, ekosistem Apple sangat membantu timnya dalam mengerjakan proyek desain yang memerlukan proses panjang, mulai dari sketsa hingga model 3D. Chip Apple generasi M1 hingga M5 menjadi "tulang punggung" yang mendukung desain parametrik yang mereka kerjakan.
Revano menekankan bahwa ekosistem Apple tidak hanya memberikan kemampuan komputasi, tetapi juga menjaga agar informasi proyek tetap terhubung. Timnya dapat berbagi dokumentasi, gambar, dan katalog vendor secara real-time, yang sangat penting dalam mengelola puluhan ribu file media yang mendukung pekerjaan mereka. “Dukungan ekosistem Apple ini buat saya cukup berguna, karena tidak membuang waktu, dan kami bisa membangunnya bersama meski ada di tim yang berbeda,” kata Revano.
Hasbi Asyadiq: Menyederhanakan Proses Pembuatan Model 3D
Hasbi Asyadiq, Co-Founder dan CEO Assemblr, juga memanfaatkan teknologi Apple untuk mengembangkan bisnisnya di bidang 3D dan augmented reality (AR). Ia melihat bahwa pembuatan model 3D sebelumnya cukup rumit dan memerlukan penguasaan berbagai software teknis. Untuk menyederhanakan proses tersebut, pada tahun 2017, startup yang berbasis di Bandung ini mengembangkan prototipe yang memungkinkan model 3D dibuat melalui perangkat mobile, termasuk iPad, dengan memanfaatkan teknologi AR dari Apple.
“Kami akhirnya berhasil menyederhanakan seluruh proses pembuatan model 3D. Semua orang, bahkan mereka yang tidak mengerti caranya membuat model, itu sekarang bisa bikin simulasi pembelajaran, simulasi produk, sampai digital branding campaign,” jelas Hasbi. Timnya kini memulai workflow dari iPad untuk membuat sketsa dan mengembangkan model, serta menggunakan berbagai aplikasi untuk memastikan kolaborasi yang efektif.
Ketiga pengusaha tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat bervariasi. Bagi Amanda, semuanya berawal dari hadiah ayahnya yang menjadi modal untuk perjalanan kariernya. Bagi Revano, ekosistem Apple mendukung pekerjaan desain yang kompleks dan kolaborasi tim. Sedangkan bagi Hasbi, teknologi tersebut berperan dalam menyederhanakan pembuatan produk 3D dan AR agar lebih mudah diakses oleh banyak orang. Pada akhirnya, perangkat hanyalah alat, namun cerita dan ide di balik penggunaannya yang menjadikannya bagian penting dari perjalanan bisnis.