🔴 Breaking
Teknologi

Vietnam Kerja Sama dengan SpaceX untuk Peluncuran Satelit Pertama

Vietnam telah menjalin kemitraan dengan SpaceX untuk meluncurkan satelit pertamanya, menandai langkah serius negara tersebut dalam mengembangkan industri antariksa yang masih baru.

Chandra Kirana

Penulis

13 August 2026
11 kali dibaca
Roket SpaceX Falcon 9 dengan kapsul Crew Dragon terpasang, lepas landas dengan kru pribadi pertama dari Launch Complex 39A, Jumat, 8 April 2022, di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida.(AP PHOTO/CHRIS O'MEARA)
Roket SpaceX Falcon 9 dengan kapsul Crew Dragon terpasang, lepas landas dengan kru pribadi pertama dari Launch Complex 39A, Jumat, 8 April 2022, di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida.(AP PHOTO/CHRIS O'MEARA)

Vietnam, negara tetangga Indonesia, telah menggandeng SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, untuk meluncurkan satelit pertamanya ke orbit. Kesepakatan ini dilakukan seiring dengan upaya Vietnam yang semakin serius dalam pengembangan industri antariksa yang masih tergolong baru.

VinSpace, perusahaan kedirgantaraan asal Vietnam, mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan SpaceX untuk meluncurkan satelit yang mereka buat pada tahun 2027. Satelit tersebut akan diangkut dalam misi rideshare SpaceX Transporter, di mana beberapa satelit dari berbagai pelanggan akan diluncurkan dalam satu roket. Dengan cara ini, biaya peluncuran dapat dibagi, sehingga tidak perlu menyediakan roket terpisah untuk setiap satelit.

Pengembangan dan Operasional Satelit

VinSpace akan bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mengoperasikan satelit tersebut. Satelit ini direncanakan untuk menguji teknologi yang dimiliki perusahaan di orbit dan sebagai bagian dari persiapan untuk mendukung berbagai aplikasi komersial di masa depan.

VinSpace merupakan bagian dari Vingroup, salah satu konglomerasi bisnis terbesar di Vietnam, yang didirikan pada November 2025. Pada April 2026, perusahaan ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan satelit pertamanya pada tahun 2027. Kini, rencana tersebut telah memasuki tahap selanjutnya setelah mendapatkan kontrak peluncuran dari SpaceX. Namun, rincian spesifikasi mengenai satelit yang akan diluncurkan, termasuk kapasitas, ukuran, dan teknologi yang digunakan, belum diungkapkan secara mendetail. VinSpace hanya menyebutkan bahwa satelit tersebut akan menjalani pengujian teknologi di orbit dan mendukung aplikasi komersial di masa mendatang.

Ambisi Vietnam dalam Sektor Antariksa

Kerja sama dengan SpaceX merupakan bagian dari langkah VinSpace untuk membangun kemampuan di sektor antariksa. Ini juga merupakan bagian dari ekspansi Vingroup ke dalam industri teknologi tinggi. Vingroup, yang didirikan oleh Pham Nhat Vuong, merupakan perusahaan swasta terbesar di Vietnam dengan bisnis yang mencakup berbagai sektor, mulai dari real estat, ritel, hingga layanan kesehatan, pendidikan, dan pariwisata.

Dalam beberapa tahun terakhir, Vingroup telah mulai memperluas bisnisnya ke sektor teknologi tinggi, termasuk kendaraan listrik, antariksa, kecerdasan buatan, dan robotika. Bidang-bidang ini sejalan dengan ambisi Vietnam untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di Asia.

Pengembangan industri antariksa bukanlah hal baru bagi Vietnam, yang telah berusaha membangun kemampuan di bidang ini selama beberapa dekade. Meskipun demikian, Vietnam masih tergolong pemain kecil dalam industri antariksa global. Berdasarkan dokumen resmi, negara ini meluncurkan satelit telekomunikasi pertamanya pada tahun 2008, diikuti oleh satelit kedua pada tahun 2012.

Artikel Terkait