🔴 Breaking
Kesehatan

Mengenali Nyeri Saat Bercinta: Tanda-tanda Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

Nyeri saat berhubungan intim sering dialami oleh wanita, namun bisa jadi tanda kanker serviks jika terjadi berulang atau disertai gejala lain. Penting untuk memahami perbedaan antara nyeri biasa dan n...

Eko Prasetyo

Penulis

27 June 2026
6 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto)

Jakarta - Banyak wanita mengalami nyeri saat berhubungan seksual, dan tidak semua kondisi tersebut menunjukkan adanya masalah kesehatan serius. Namun, jika nyeri tersebut muncul secara berulang, semakin parah, atau disertai dengan perdarahan setelah berhubungan, maka kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi indikasi kanker serviks. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara nyeri yang normal dan nyeri yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal di leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi dari beberapa tipe human papillomavirus (HPV), yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Pada banyak orang, sistem imun dapat mengatasi infeksi HPV tanpa masalah, tetapi pada sebagian kecil, virus ini dapat bertahan dan menyebabkan perubahan sel yang berujung pada kanker.

Risiko kanker serviks dapat diminimalkan dengan melakukan skrining secara rutin, seperti tes HPV dan Pap smear, serta mendapatkan vaksin HPV yang dapat melindungi dari infeksi virus penyebab kanker ini. Jika kanker serviks terdeteksi, penanganan awal biasanya dilakukan melalui operasi untuk mengangkat jaringan kanker, dan dokter juga dapat merekomendasikan kemoterapi atau terapi radiasi untuk mengatasi sel kanker.

Gejala Kanker Serviks

Pada tahap awal, kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala. Namun, seiring perkembangan penyakit, beberapa tanda yang mungkin muncul meliputi:

  • Perdarahan dari vagina setelah berhubungan seksual, di luar siklus menstruasi, atau setelah menopause.
  • Menstruasi yang lebih berat dari biasanya atau berlangsung lebih lama.
  • Keputihan yang bercampur darah dan berbau tidak sedap.
  • Nyeri pada area panggul atau saat berhubungan seksual.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp Onk, menjelaskan bahwa nyeri saat berhubungan intim dapat menjadi gejala kanker serviks yang sudah memasuki stadium lanjut. "Kalau ditambah lagi dengan sakit pada saat berhubungan, itu hati-hati. Stadiumnya sudah bukan di mulut rahim saja, sudah keluar dari mulut rahim," ujarnya.

Prof Yudi menambahkan bahwa nyeri yang disebabkan oleh kanker serviks biasanya disertai dengan gejala lain seperti perdarahan, terutama jika sel kanker telah menyebar ke jaringan di sekitar rahim. "Kalau kanker serviks yang sudah stadium lanjut, keluar dari mulut rahim, itu berarti sudah menjalar ke vagina," jelasnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa jika nyeri saat berhubungan disertai dengan perdarahan atau gejala lain seperti keputihan berbau, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan skrining dini kanker serviks.

Pemeriksaan untuk Kanker Serviks

Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  1. Pemeriksaan Pap Smear: Mengambil sampel sel dari leher rahim untuk mendeteksi tanda-tanda kanker pada tahap awal.
  2. Tes HPV: Mendeteksi keberadaan virus HPV pada leher rahim, menggunakan sampel yang sama dengan tes Pap atau sampel tambahan.
  3. Biopsi: Jika ditemukan tanda mencurigakan, dokter dapat mengambil sampel kecil jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  4. Skrining dengan IVA: Inspeksi Visual dengan Asam Asetat, yaitu mengoleskan asam asetat pada leher rahim untuk melihat adanya bercak putih yang menandakan sel kanker.

Dengan memahami gejala dan melakukan pemeriksaan secara rutin, diharapkan deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan sehingga penanganan yang tepat dapat segera diberikan.

Artikel Terkait