🔴 Breaking
Kemenkes Ingatkan Pentingnya Penggunaan Oseltamivir Secara Bijak di Tengah Kelangkaan Stok Audit Mutu Fakultas FTIK UIN Saizu untuk Penuhi Standar Kualitas Meskipun Biaya Hobi Meningkat, Warga AS Tetap Berinvestasi dalam Hiburan Waspadai Sesak Napas Saat Membungkuk, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung UIN Saizu Siapkan Diri untuk THE Impact Rankings 2026 dengan Fokus pada Data dan Bukti SDG --- Penerbangan di Bandara Singkawang Kembali Normal Setelah Kabut Asap Menghilang --- Indonesia Siap Tinggalkan Jaringan 2G, Pembahasan Masih Awal Warga Mengeluh Gejala Influenza A yang Lebih Parah, Kemenkes Berikan Penjelasan Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta Sukses Raih Medali Emas di IMSEO 2026 --- Upaya Inggris Menghadapi Rencana Larangan Ekspor Solar oleh Trump --- Kemenkes Ingatkan Pentingnya Penggunaan Oseltamivir Secara Bijak di Tengah Kelangkaan Stok Audit Mutu Fakultas FTIK UIN Saizu untuk Penuhi Standar Kualitas Meskipun Biaya Hobi Meningkat, Warga AS Tetap Berinvestasi dalam Hiburan Waspadai Sesak Napas Saat Membungkuk, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung UIN Saizu Siapkan Diri untuk THE Impact Rankings 2026 dengan Fokus pada Data dan Bukti SDG --- Penerbangan di Bandara Singkawang Kembali Normal Setelah Kabut Asap Menghilang --- Indonesia Siap Tinggalkan Jaringan 2G, Pembahasan Masih Awal Warga Mengeluh Gejala Influenza A yang Lebih Parah, Kemenkes Berikan Penjelasan Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta Sukses Raih Medali Emas di IMSEO 2026 --- Upaya Inggris Menghadapi Rencana Larangan Ekspor Solar oleh Trump ---
Teknologi

Meta Luncurkan Unit Bisnis Baru untuk Penjualan Produk AI kepada Perusahaan

Meta telah resmi meluncurkan unit bisnis baru yang fokus pada penjualan produk dan layanan kecerdasan buatan (AI) untuk perusahaan, dengan tujuan mencari sumber pendapatan alternatif di luar iklan.

Maya Soraya Larasati

Penulis

29 September 2026
12 kali dibaca
Logo perusahaan Meta. (Associated Press)
Logo perusahaan Meta. (Associated Press)

Meta baru saja mengumumkan pembukaan unit bisnis yang ditujukan khusus untuk menjual produk dan layanan kecerdasan buatan (AI) kepada perusahaan. Unit yang dinamakan Meta Enterprise Platform ini merupakan langkah strategis Meta untuk mencari sumber pendapatan baru di luar bisnis iklan yang selama ini menjadi andalan utama perusahaan. Dengan langkah ini, Meta akan bersaing di pasar yang sudah dikuasai oleh perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, OpenAI, dan Anthropic.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan pembentukan unit ini melalui sebuah unggahan di Facebook pada tanggal 28 September 2026. Dalam pengumumannya, ia mengaitkan langkah ini dengan ambisi Meta untuk mengembangkan superintelligence, istilah yang merujuk pada AI dengan kemampuan yang melampaui kecerdasan manusia. "Kami percaya superintelligence akan menciptakan peluang baru yang besar bagi semua orang dan semua bisnis... Hari ini kami memulai pilar besar berikutnya dari bisnis kami, Meta Enterprise Platform," ungkap Zuckerberg.

Produk yang Ditawarkan oleh Meta Enterprise Platform

Meta Enterprise Platform akan menawarkan empat produk yang ditujukan untuk pelanggan korporat, yaitu Muse Agent, Meta Business Agent, Muse API, dan Muse Code. Setiap produk dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda, mulai dari menjalankan tugas dengan agen AI, melayani pelanggan, menyediakan akses ke model AI Meta, hingga membantu dalam pemrograman.

Untuk memimpin unit baru ini, Meta telah menunjuk Chirantan "CJ" Desai sebagai Chief Enterprise Platform Officer. Desai akan melapor langsung kepada Zuckerberg. Sebelumnya, ia menjabat sebagai CEO dan Presiden MongoDB dan memiliki pengalaman di industri perangkat lunak untuk perusahaan. Desai menyatakan bahwa Meta memiliki posisi yang unik untuk memasuki pasar korporat karena perusahaan telah lama melayani pengiklan dan pelaku bisnis melalui berbagai platform yang dimilikinya.

Strategi Pemasukan di Luar Iklan

Langkah Meta untuk lebih serius memasuki pasar korporat muncul di tengah ketergantungan perusahaan pada pendapatan iklan. Sepanjang tahun 2025, Meta mencatat pendapatan sebesar 200,97 miliar dollar AS, di mana 196,18 miliar dollar AS berasal dari iklan. Di sisi lain, kebutuhan dana Meta untuk membangun infrastruktur AI terus meningkat, dengan belanja modal mencapai 31,08 miliar dollar AS pada kuartal kedua tahun fiskal 2026. Diperkirakan, total belanja modal Meta untuk tahun 2026 akan mencapai antara 130 miliar hingga 145 miliar dollar AS.

Meta Enterprise Platform diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mendapatkan sumber pendapatan baru dari investasi besar yang telah dilakukan Meta dalam pengembangan AI. Pada November 2025, Meta juga mengumumkan rencana investasi hingga 600 miliar dollar AS untuk infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat hingga tahun 2028, dengan pusat data AI menjadi salah satu fokus utama.

Inovasi dan Keamanan Data

Salah satu produk yang ditawarkan dalam platform baru ini adalah Muse, agen AI pribadi yang diluncurkan pada 8 September lalu di Amerika Serikat dan Kanada. Muse dapat melakukan berbagai tugas atas nama pengguna, seperti menulis email, memesan perjalanan, dan berbelanja. Aplikasi Muse sempat menjadi yang teratas dalam daftar aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di App Store dan Google Play di Amerika Serikat.

Meta juga sedang mempersiapkan fitur Muse Confidential VM yang dijadwalkan akan diluncurkan pada akhir 2026. Fitur ini berfungsi untuk memisahkan ruang komputasi setiap pengguna sehingga bahkan Meta tidak dapat mengakses data di dalamnya. "Tujuan kami adalah menjadikan Meta tempat yang didatangi perusahaan untuk memperbesar skala bisnis mereka," ujar Desai. Saat ini, Meta belum mengumumkan harga atau jadwal ketersediaan layanan dari Meta Enterprise Platform.

Artikel Terkait