Microsoft mengumumkan peluncuran unit bisnis terbarunya, Microsoft Frontier Company, pada Kamis (2/7/2026). Unit ini dirancang untuk membantu berbagai perusahaan dalam mengimplementasikan layanan kecerdasan buatan (AI) yang ditawarkan oleh Microsoft kepada klien mereka. Dalam proses pembentukan Microsoft Frontier Company, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini mengalokasikan dana sebesar 2,5 miliar dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 44,9 triliun.
Unit yang fokus pada AI ini akan didukung oleh 6.000 insinyur dan ahli industri, termasuk konsultan teknis, insinyur yang ditempatkan langsung di lapangan, tenaga penjual berpengalaman, serta staf pendukung lainnya. Microsoft Frontier Company akan dipimpin oleh Rodrigo Kede Lima, yang sebelumnya menjabat sebagai pemimpin bisnis Microsoft di kawasan Asia.
Inovasi dalam Pendekatan AI
Judson Althoff, CEO Microsoft Commercial Business, menjelaskan bahwa pendekatan yang diambil oleh Microsoft Frontier Company berbeda dari model Forward Deployed Engineer (FDE) yang saat ini banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan AI. FDE merupakan praktik di mana tim insinyur ditempatkan langsung untuk membantu pelanggan dalam menerapkan teknologi AI sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. "Ini melampaui apa yang selama ini dikenal sebagai Forward-Deployed Engineering. Frontier Company akan menjadi organisasi rekayasa berbasis hasil (outcome-driven engineering) terbesar dan paling mumpuni di industri," ungkap Althoff.
Keunggulan Microsoft di Pasar AI
Meskipun demikian, beberapa pengamat mencatat bahwa konsep Frontier Company tetap memiliki kesamaan dengan model FDE. Model ini juga mulai diadopsi oleh sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya. Dua hari sebelum pengumuman Microsoft, Amazon Web Services (AWS) mengumumkan investasi sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 17,9 triliun) untuk membangun organisasi AI dengan pendekatan FDE. Perusahaan-perusahaan AI seperti Anthropic dan OpenAI juga telah menjalin kerjasama dengan model FDE, meskipun didukung oleh dana dari perusahaan investasi swasta.
Microsoft dianggap memiliki keunggulan dibandingkan perusahaan lainnya karena telah menjalin hubungan dengan banyak pelanggan dari kalangan perusahaan Fortune 500. Dengan demikian, proses implementasi AI diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Dalam pengumumannya, Microsoft juga menyebutkan beberapa mitra awal dari Frontier Company, termasuk London Stock Exchange Group, Unilever, Land O'Lakes, dan Accenture.