🔴 Breaking
Teknologi

OpenAI Menanggapi Tuduhan Apple Terkait Pencurian Rahasia Dagang

OpenAI telah mengajukan permohonan kepada pengadilan federal AS untuk membatalkan gugatan yang diajukan oleh Apple mengenai pencurian rahasia dagang. Perusahaan pembuat ChatGPT ini menilai tuduhan App...

Arjuna Mahendra

Penulis

10 August 2026
6 kali dibaca
Hubungan Apple dan OpenAI yang sebelumnya sempat berkolaborasi di bidang kecerdasan buatan (AI) kini berubah menjadi sengketa hukum.(Ist)
Hubungan Apple dan OpenAI yang sebelumnya sempat berkolaborasi di bidang kecerdasan buatan (AI) kini berubah menjadi sengketa hukum.(Ist)

OpenAI secara resmi mengajukan permohonan kepada hakim federal di Amerika Serikat untuk membatalkan gugatan yang diajukan oleh Apple terkait pencurian rahasia dagang. Dalam tanggapannya, OpenAI menyatakan bahwa tuduhan dari Apple adalah "tidak berdasar dan mengada-ada" serta menilai bahwa Apple gagal menunjukkan rahasia dagang spesifik yang diduga dicuri dan tidak dapat membuktikan dugaan penyalahgunaan tersebut dengan meyakinkan.

Gugatan ini dimulai pada Juli 2026 di Pengadilan Distrik AS Wilayah Utara California, yang menargetkan OpenAI, io Products, dan dua mantan karyawan, Tang Tan dan Chang Liu. Selain gugatan utama, Apple juga mengajukan permohonan untuk larangan sementara dan permohonan pemeriksaan cepat yang meminta keterangan dari Tan, Liu, mantan karyawan OpenAI lainnya, Yu-Ting Peng, serta perwakilan dari OpenAI dan io Products.

Tuduhan Apple dan Tanggapan OpenAI

Apple menuduh OpenAI melakukan pencurian rahasia dagang melalui proses rekrutmen karyawan dari Apple untuk mendukung pengembangan gadget AI. Tang Tan, yang sebelumnya menjabat sebagai VP desain produk di Apple dan berperan dalam desain iPhone dan Apple Watch selama 24 tahun, bergabung dengan io Products pada Februari 2024 sebelum akhirnya diakuisisi oleh OpenAI senilai 6,5 miliar dolar AS. Saat ini, Tan menjabat sebagai Chief Hardware Officer di OpenAI. Sementara itu, Chang Liu adalah mantan insinyur senior di Apple yang pindah ke OpenAI pada Januari 2026 setelah delapan tahun bekerja di Apple.

Apple menuduh Liu mengakses dokumen rahasia terkait perangkat keras setelah menemukan bug autentikasi di sistem internal Apple, dan mengunduh sejumlah dokumen rahasia, termasuk spesifikasi teknis dan presentasi produk yang belum dirilis. Selain itu, Apple juga menuduh Tan mengirimkan informasi tentang pemasok Apple ke email pribadinya dan meminta calon karyawan untuk membawa komponen perangkat keras saat wawancara kerja.

OpenAI membantah semua tuduhan tersebut. Perusahaan ini menjelaskan bahwa Tan hanya melakukan praktik rekrutmen yang umum di industri saat mewawancarai calon karyawan dari Apple. Mengenai Chang Liu, OpenAI mempublikasikan potongan percakapan pesan teks yang menunjukkan bahwa Liu justru diminta bantuan oleh mantan koleganya di Apple untuk mencari informasi yang diperlukan untuk pekerjaan mereka sendiri, bukan untuk kepentingan OpenAI. OpenAI menegaskan bahwa masalah ini berakar dari kelalaian Apple dalam mengelola akses sistem internal setelah karyawan resign.

Proses Hukum dan Kemitraan yang Berlanjut

Dalam sebuah blog resmi berjudul "Apple is getting this wrong", OpenAI menyebut gugatan Apple sebagai "ceroboh, agresif, dan terasa aneh secara personal". OpenAI juga mengungkapkan bahwa surat pemberitahuan awal dari kuasa hukum Apple pada Februari 2026 salah alamat karena kesalahan penulisan nama penerima, sehingga klaim Apple tentang komunikasi sebelumnya dengan General Counsel OpenAI tidak dapat dibuktikan.

Setelah gugatan diajukan, Apple dilaporkan mengirimkan surat kepada sekitar 40 mantan karyawannya yang kini bekerja di OpenAI, meminta mereka untuk menjaga dokumen dan komunikasi terkait serta bertemu dengan pengacara Apple. Apple juga mengklaim telah menemukan 11 mantan karyawan tambahan yang diduga mengetahui atau terlibat dalam pelanggaran ini. Beberapa temuan baru menyebutkan bahwa ada karyawan yang diduga bertemu dengan Liu dan seorang staf OpenAI sebelum wawancara kerja, serta membahas informasi rahasia produk Apple yang belum diumumkan.

Menariknya, meskipun terlibat dalam sengketa hukum, Apple dan OpenAI masih menjalin kemitraan resmi, di mana Siri di perangkat Apple dapat mengakses ChatGPT, dan pengguna iPhone dapat mendaftar langsung ke ChatGPT melalui menu pengaturan iOS.

OpenAI memiliki batas waktu hingga 17 Agustus 2026 untuk merespons permohonan larangan sementara yang diajukan oleh Apple. Sementara itu, sidang argumen terkait permohonan pembatalan gugatan OpenAI dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026.

Artikel Terkait