🔴 Breaking
Teknologi

OpenAI Usulkan Pembagian Saham kepada Pemerintah AS, Apa Tujuannya?

OpenAI dilaporkan menawarkan 5 persen sahamnya kepada pemerintah Amerika Serikat, yang bernilai sekitar 42,6 miliar dolar AS. Usulan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap regulasi indus...

Galang Mahesa

Penulis

05 July 2026
9 kali dibaca
OpenAI Usulkan Pembagian Saham kepada Pemerintah AS, Apa Tujuannya?
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI dilaporkan telah mengajukan tawaran untuk memberikan 5 persen sahamnya kepada pemerintah Amerika Serikat. Nilai saham tersebut diperkirakan mencapai 42,6 miliar dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp 765 triliun, berdasarkan valuasi OpenAI setelah putaran pendanaan pada Maret 2026 yang mencapai 852 miliar dolar AS (sekitar Rp 15.306 triliun). Informasi ini pertama kali dipublikasikan oleh Financial Times, yang mengutip dua sumber yang mengetahui masalah ini.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan politik di AS. Menurut sumber tersebut, CEO OpenAI, Sam Altman, percaya bahwa memberikan kepentingan finansial kepada publik adalah cara terbaik bagi perusahaan untuk membagikan keuntungan yang dihasilkan dari kecerdasan buatan.

Usulan Pembagian Saham dan Regulasi AI

Usulan pembagian saham oleh OpenAI merupakan bagian dari diskusi awal mengenai regulasi yang berencana menetapkan bahwa badan pemerintah akan memiliki 5 persen saham dari perusahaan-perusahaan AI terkemuka di AS. Wacana ini berpotensi mencakup perusahaan-perusahaan AI lainnya seperti Anthropic, Google, dan Meta. Dengan demikian, selain OpenAI, ketiga perusahaan tersebut juga diharapkan akan membagikan saham kepada regulator. Namun, belum ada kepastian apakah persentase yang diusulkan oleh OpenAI akan disetujui oleh semua pihak yang terlibat.

Saat ini, Gedung Putih, OpenAI, Google, dan Meta belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan ini. Di sisi lain, Anthropic dilaporkan belum melakukan diskusi mengenai hal ini dengan pemerintah AS. Laporan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap industri kecerdasan buatan, di mana Washington semakin khawatir akan potensi risiko keamanan siber yang ditimbulkan oleh model AI yang canggih, serta meningkatnya persaingan dari model AI open source asal China yang dianggap memiliki kemampuan mendekati model AI AS, tetapi dengan biaya pengembangan yang lebih rendah.

Sejarah Ide Kepemilikan Saham Pemerintah

Gagasan pemerintah AS untuk memiliki saham di OpenAI bukanlah hal baru. Sebelumnya, CNBC melaporkan bahwa Sam Altman telah menyampaikan ide ini kepada pemerintahan Trump pada awal 2025. Pada April 2026, OpenAI juga mengusulkan pembentukan dana publik yang akan memiliki aset di perusahaan-perusahaan AI, sehingga keuntungan dari perkembangan AI dapat dinikmati oleh masyarakat secara lebih luas.

Pemerintahan Trump sebelumnya memang pernah mengambil kepemilikan saham di beberapa perusahaan swasta seperti Intel dan IBM. Trump sendiri pernah menyebut kepemilikan pemerintah di perusahaan AI sebagai "hal yang indah" karena dapat menjadikan warga Amerika sebagai "mitra dalam revolusi AI".

Artikel Terkait