Berlangganan →
Update
--- Menggali Fakta di Balik May Day 2026: Suara Buruh, Ruang Dialog, dan Tantangan di Media Sosial --- Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi Kemajuan Galaxy AI di S26 Memudahkan Multitasking Pengguna Kementerian ESDM dan Kejagung Kolaborasi untuk Pengawasan Proyek Pipa Gas 541 Km PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar Apakah Aman Mengonsumsi Kepala Lele yang Sering Dibuang? Rencana Kerusuhan Hari Buruh 2026 di Jakarta Terungkap: Barang Bukti Termasuk Bensin dan Senjata Tajam Mentan Amran Temukan Anomali dalam Program Pembibitan Kelapa, Siap Pecat Pelanggar Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3 --- Menggali Fakta di Balik May Day 2026: Suara Buruh, Ruang Dialog, dan Tantangan di Media Sosial --- Refleksi Hari Buruh: Pakar UNAIR Soroti Kerentanan Pekerja di Berbagai Sektor Kesalahan yang Harus Diketahui Gen Z Terkait Gula Darah Tinggi Kemajuan Galaxy AI di S26 Memudahkan Multitasking Pengguna Kementerian ESDM dan Kejagung Kolaborasi untuk Pengawasan Proyek Pipa Gas 541 Km PBB Desak Pembebasan Segera Semua Tahanan di Myanmar Apakah Aman Mengonsumsi Kepala Lele yang Sering Dibuang? Rencana Kerusuhan Hari Buruh 2026 di Jakarta Terungkap: Barang Bukti Termasuk Bensin dan Senjata Tajam Mentan Amran Temukan Anomali dalam Program Pembibitan Kelapa, Siap Pecat Pelanggar Mahasiswa MPI UIN Saizu Berhasil Publikasikan Artikel di Jurnal SINTA 3
Politik

PBB Peringatkan Dampak Serius Gangguan di Selat Hormuz

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengingatkan akan konsekuensi serius dari gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz, termasuk inflasi global yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang terham...

Galang Mahesa 01 May 2026 6 pembaca antaranews.com antaranews.com
PBB Peringatkan Dampak Serius Gangguan di Selat Hormuz
   "Pesan saya kepada semua pihak jelas: Hak dan kebebasan navigasi harus segera dipulihkan, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan 2817. Buka selat tersebut. Biarkan semua kapal melintas. Biarkan ekonomi global kembali bernapas".

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Kamis (30/4) memberikan peringatan mengenai dampak menghancurkan akibat gangguan yang berkepanjangan di Selat Hormuz. Dalam konferensi pers, Guterres menjelaskan tiga skenario yang mungkin terjadi, dengan skenario terburuk memperkirakan penutupan selat hingga akhir tahun yang dapat menyebabkan inflasi global melonjak lebih dari 6 persen dan pertumbuhan ekonomi anjlok menjadi 2 persen.

Guterres menegaskan bahwa dampak dari situasi ini akan sangat besar, terutama bagi populasi yang paling rentan di dunia. Ia menyatakan, "Penderitaan yang amat besar akan melanda, dan kita menghadapi bayang-bayang resesi global yang akan berdampak signifikan pada masyarakat, perekonomian, serta stabilitas politik dan sosial." Ia juga menekankan bahwa konsekuensi ini tidak bersifat kumulatif, melainkan eksponensial, di mana semakin lama jalur vital ini tersumbat, semakin sulit untuk memulihkan kerusakan yang terjadi.

Dalam skenario terbaik, di mana pembatasan dicabut segera, Guterres memperingatkan bahwa pemulihan rantai pasokan akan memakan waktu berbulan-bulan, yang akan memperpanjang penurunan output ekonomi dan kenaikan harga. Ia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi global tahun ini diperkirakan akan turun dari 3,4 menjadi 3,1 persen, sementara inflasi diprediksi naik dari 3,8 menjadi 4,4 persen.

Guterres juga menjelaskan skenario kedua, di mana gangguan berlanjut hingga pertengahan tahun, dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi global turun menjadi 2,5 persen dan inflasi meningkat menjadi 5,4 persen. Dalam kondisi ini, sekitar 32 juta orang diperkirakan akan jatuh ke dalam kemiskinan, dan 45 juta orang lainnya akan menghadapi kelaparan ekstrem.

Seiring dengan krisis di Timur Tengah yang terus berlanjut, Guterres menyerukan agar Selat Hormuz dibuka kembali. Ia menyatakan, "Pesan saya kepada semua pihak jelas: Hak dan kebebasan navigasi harus segera dipulihkan. Buka selat tersebut dan biarkan semua kapal melintas." Ia menekankan pentingnya pelayaran yang aman dan dapat diprediksi untuk memulihkan ekonomi global.

Di samping itu, Guterres mendesak semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat merusak gencatan senjata yang ada. "Sekarang adalah waktunya untuk dialog dan solusi yang dapat menyelamatkan kita dari jurang kehancuran, serta langkah-langkah yang dapat membuka jalan menuju perdamaian," tutupnya.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait