🔴 Breaking
Kesehatan

Penelitian Mengungkap Keterkaitan Antara Bakteri Mulut dan Kanker Lambung

Sebuah studi terbaru menunjukkan adanya hubungan signifikan antara bakteri yang terdapat di mulut dengan risiko kanker lambung, berdasarkan analisis mikrobioma dari pasien di Tiongkok.

Eko Prasetyo

Penulis

17 May 2026
5 kali dibaca
Penelitian Mengungkap Keterkaitan Antara Bakteri Mulut dan Kanker Lambung
Foto: Istock

Jakarta - Penelitian menunjukkan bahwa keberadaan bakteri di mulut dapat berpengaruh pada kesehatan organ dalam, termasuk risiko kanker. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports Medicine mengungkapkan adanya keterkaitan yang kuat antara bakteri mulut dan kanker lambung.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong dan BGI Genomics menganalisis 404 sampel dari pasien di Tiongkok untuk membandingkan kondisi kanker lambung dan gastritis kronis. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan dalam mikrobioma usus pada pasien yang menderita kanker lambung, dengan 28 spesies bakteri usus yang berbeda ditemukan.

Temuan Menarik tentang Bakteri Usus

Mayoritas dari spesies bakteri tersebut berasal dari mulut, termasuk Streptococcus yang dikenal dapat menyebabkan radang tenggorokan, serta Lactobacillus dan bakteri asam laktat lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 20 spesies bakteri yang sama baik di air liur maupun tinja, yang lebih umum dijumpai di usus pasien kanker lambung. Temuan ini mengindikasikan adanya penularan bakteri dari mulut ke usus, di mana bakteri oral memiliki kesamaan dengan bakteri usus pada individu yang sama.

Implikasi untuk Deteksi Dini Kanker

Berdasarkan hasil studi ini, para peneliti menyarankan bahwa analisis sampel air liur dan tinja dapat membantu dalam mengidentifikasi pola yang berkaitan dengan kanker lambung, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum metode ini dapat diterapkan secara klinis. Meskipun analisis ini tidak membuktikan bahwa bakteri mulut secara langsung menyebabkan kanker, namun menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keduanya.

Dr. Brian Slomovitz, Direktur Onkologi Ginekologi, menjelaskan, "Studi ini menunjukkan bagaimana mikrobioma di satu area bisa bermigrasi dan memengaruhi kemampuan kanker untuk bertumbuh di bagian tubuh lain." Oleh karena itu, penting untuk menciptakan mikrobioma yang sehat guna mengurangi risiko peradangan dan kanker.

Menurutnya, penyebab kanker lambung umumnya bersifat inflamasi, seperti infeksi H.pylori, yang dapat merusak sel mukosa dan memungkinkan bakteri penghasil asam laktat berkembang biak. Hal ini membantu menjelaskan mengapa kanker dapat terus berkembang meskipun setelah pengobatan infeksi H.pylori.

Slomovitz menambahkan bahwa temuan ini membuka kemungkinan untuk menggunakan air liur sebagai alat deteksi dini kanker, sehingga dapat membantu dalam identifikasi penyakit pada tahap prakanker. "Mungkin kita akan mengetahui, dengan mengubah mikrobioma, kita dapat membantu mengobati kanker dengan lebih baik atau bahkan mencegah kanker," ujarnya.

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut, meskipun saat ini belum siap untuk diterapkan dalam praktik klinis.

Artikel Terkait