🔴 Breaking
Penelitian Mengungkap Makanan yang Meningkatkan Risiko Kematian Dini Rektor UKSW Bahas Fraud dan Behavioral Accounting dalam Seminar ACFE --- Kebakaran Hutan Mengancam Fasilitas Minyak Pertamina di Riau --- Kemenkes Rujuk Siswa yang Diduga Hilang Ingatan ke RSCM Setelah Mengonsumsi MBG HMPS Ekonomi Syariah UIN Saizu Selenggarakan Seminar tentang Startup dan Inovasi Digital Pemerintah Pertimbangkan Perubahan Status SKK Migas Menjadi Badan Usaha Khusus iPhone Duo Masuk Pasar Ponsel Lipat, Namun Belum Mampu Saingi Samsung Kemenkes Pastikan Vaksin HPV Aman Setelah Investigasi Kematian Anak di Karo Rektor UIN Saizu Bahas Krisis Demografi dan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru Harga Emas Perhiasan 11 September 2026: Informasi Kadar Karat Terkini Penelitian Mengungkap Makanan yang Meningkatkan Risiko Kematian Dini Rektor UKSW Bahas Fraud dan Behavioral Accounting dalam Seminar ACFE --- Kebakaran Hutan Mengancam Fasilitas Minyak Pertamina di Riau --- Kemenkes Rujuk Siswa yang Diduga Hilang Ingatan ke RSCM Setelah Mengonsumsi MBG HMPS Ekonomi Syariah UIN Saizu Selenggarakan Seminar tentang Startup dan Inovasi Digital Pemerintah Pertimbangkan Perubahan Status SKK Migas Menjadi Badan Usaha Khusus iPhone Duo Masuk Pasar Ponsel Lipat, Namun Belum Mampu Saingi Samsung Kemenkes Pastikan Vaksin HPV Aman Setelah Investigasi Kematian Anak di Karo Rektor UIN Saizu Bahas Krisis Demografi dan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru Harga Emas Perhiasan 11 September 2026: Informasi Kadar Karat Terkini
Kesehatan

Penelitian Mengungkap Makanan yang Meningkatkan Risiko Kematian Dini

Sebuah studi terbaru menemukan hubungan antara preferensi makanan dan harapan hidup, mengidentifikasi sejumlah makanan yang dapat meningkatkan risiko kematian serta yang dapat memperpanjang umur.

Sabina Almira

Penulis

11 September 2026
5 kali dibaca
Foto: Ilustrasi makan Getty Images/kyotokushige
Foto: Ilustrasi makan Getty Images/kyotokushige

Jakarta - Makanan yang kita konsumsi memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan, dan penelitian terkini mengungkapkan bahwa preferensi terhadap jenis makanan tertentu dapat berhubungan dengan usia harapan hidup. Penelitian ini melibatkan lebih dari 177.000 orang di Inggris dan mengidentifikasi enam jenis makanan yang berhubungan dengan umur yang lebih panjang, serta lima jenis lainnya yang berkaitan dengan umur yang lebih pendek.

Alih-alih meminta peserta untuk mengingat kembali makanan yang mereka konsumsi dalam beberapa waktu terakhir, para peneliti memilih untuk menanyakan makanan yang mereka sukai. Metode ini dianggap lebih dapat diandalkan untuk menilai pola makan seseorang dalam jangka panjang, karena preferensi makanan cenderung lebih stabil dibandingkan dengan makanan yang dikonsumsi yang bisa berubah seiring waktu.

Makanan dan Minuman yang Meningkatkan Risiko Kematian

Beberapa makanan dan minuman yang ditemukan berhubungan dengan peningkatan risiko kematian termasuk soda, yang menunjukkan hubungan terkuat dengan risiko kematian 38 persen lebih tinggi. Soda diet menempati urutan berikutnya dengan risiko 23 persen lebih tinggi. Minuman ini diketahui memiliki berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas dan gangguan pengaturan gula darah.

Selain soda, teh manis dan susu murni juga tercatat memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, masing-masing 22 persen dan 18 persen. Keduanya dapat memberikan kalori lebih banyak dibandingkan dengan versi tanpa pemanis atau susu skim, tergantung pada jumlah yang dikonsumsi. Cereal jagung juga menunjukkan peningkatan risiko kematian sebesar 20 persen. Temuan ini menekankan bahwa makanan olahan ultra (UPF) tidak hanya meningkatkan kalori tetapi juga menambah bahan tambahan yang tidak bermanfaat bagi kesehatan.

Selama penelitian, sekitar 3.300 peserta meninggal, memberikan data yang kurang representatif mengenai hubungan antara makanan dan angka kematian. Penting untuk dicatat bahwa kematian ini disebabkan oleh "semua penyebab", sehingga tidak selalu berkaitan langsung dengan pola makan atau penyakit metabolik.

Makanan yang Menurunkan Risiko Kematian

Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan enam jenis makanan yang berhubungan dengan risiko kematian yang lebih rendah. Beberapa di antaranya, seperti minyak zaitun extra virgin, dikaitkan dengan penurunan risiko kematian sebesar 33 persen, sementara lada hitam menunjukkan penurunan risiko sebesar 28 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa memasak makanan sendiri dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

Asparagus dan brokoli menunjukkan hubungan paling kuat dengan penurunan risiko kematian, masing-masing sebesar 31 persen dan 25 persen. Terong juga berkontribusi dengan penurunan risiko sebesar 21 persen. Roti gandum utuh juga menunjukkan penurunan angka kematian yang signifikan, mirip dengan minyak zaitun. Sayuran seperti bayam, salad, bawang bombai, jamur, lentil, kacang-kacangan, dan paprika juga berkontribusi pada umur yang lebih panjang.

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan konsumsi makanan utuh dan segar dalam pola makan sehari-hari. Makanan yang berhubungan dengan risiko kematian yang lebih rendah merupakan bagian dari diet Mediterania, yang terbukti efektif dalam mengontrol berat badan, meningkatkan kesehatan otak, dan menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik.

Artikel Terkait