🔴 Breaking
Ekonomi

Peningkatan Lalu Lintas Kapal Tanker di Selat Hormuz

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami lonjakan signifikan dengan sekitar 20 kapal tanker melintasi jalur tersebut setelah dibukanya kembali akses oleh AS dan Iran. Meskipun demikian, angka ini m...

Chandra Kirana

Penulis

20 June 2026
6 kali dibaca
Sebuah kapal tanker berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Pulau Qeshm, Iran. (AP Photo/Asghar Besharati)
Sebuah kapal tanker berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Pulau Qeshm, Iran. (AP Photo/Asghar Besharati)

Pergerakan kapal di Selat Hormuz mencapai titik tertinggi dalam pekan ini, meskipun masih belum setinggi sebelum terjadinya perang. Sekitar 20 kapal tanker minyak telah melintasi selat tersebut setelah Amerika Serikat dan Iran membuka kembali jalur laut untuk aktivitas kapal komersial, menurut laporan dari perusahaan intelijen perdagangan Kpler.

Mengacu pada informasi dari CNBC, pada hari Kamis pekan ini, jumlah transit kapal tanker mencapai angka tertinggi sejak 2 Juni. Namun, angka ini masih jauh di bawah tingkat lalu lintas sebelum konflik, di mana lebih dari 100 kapal, termasuk puluhan tanker, melintasi selat tersebut. Secara keseluruhan, terdapat 25 kapal yang melintasi Hormuz pada hari Kamis, mencakup kapal kargo, kontainer, dan jenis kapal lainnya, selain kapal tanker.

Peningkatan Lalu Lintas setelah Blokade Dihentikan

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami peningkatan setelah Angkatan Laut AS menghentikan blokade terhadap Iran. Di sisi lain, Teheran juga memberikan izin bagi kapal untuk melintasi Hormuz tanpa dikenakan biaya selama 60 hari. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa Iran sejauh ini telah "menghormati komitmen mereka".

"Lalu lintas secara umum seimbang, dengan 13 penyeberangan bergerak dari Barat ke Timur dan 12 dari Timur ke Barat," ungkap Direktur Kpler, Matt Smith. Pada hari Kamis, tiga kapal tanker super dari Arab Saudi dan satu dari Uni Emirat Arab melintasi selat tersebut. Kapal-kapal besar ini, yang dikenal sebagai Very Large Crude Carriers (VLCC), memiliki kapasitas angkut hingga 2 juta barel minyak.

Normalisasi Perdagangan Minyak Mentah Iran

Setelah periode tidak aktif selama perang, kapal tanker super Iran kembali mengaktifkan transponder mereka. Analis dari Kpler mencatat bahwa lima kapal tanker super Iran yang membawa muatan minyak terlihat meninggalkan wilayah tersebut pada hari Jumat. "Arus kapal dua arah menunjukkan bahwa perdagangan minyak mentah Iran secara bertahap kembali mendekati pola operasi normal," kata para analis.

Dari 18 kapal yang melintasi pada hari Kamis, sebagian besar mengikuti rute yang ditetapkan oleh Iran untuk melintasi Hormuz, sementara hanya satu kapal yang menggunakan rute yang ditentukan oleh Organisasi Maritim Internasional. Rute yang diambil oleh enam kapal lainnya tidak dapat dikonfirmasi.

Kesepakatan antara AS dan Iran menimbulkan pertanyaan mengenai pengaturan Selat Hormuz ke depan. Setelah masa bebas biaya selama 60 hari berakhir, Iran berencana untuk mengadakan pembicaraan dengan Oman dan negara-negara Teluk mengenai pengelolaan selat tersebut, sesuai dengan ketentuan kesepakatan yang ada. Hal ini membuka kemungkinan bahwa biaya akan dikenakan di masa mendatang.

Di sisi lain, harga minyak Brent mengalami kenaikan pada Jumat, 19 Juni 2026, setelah pembicaraan antara AS dan Iran di Swiss dibatalkan secara mendadak. Kenaikan harga ini mencerminkan ketidakpastian yang masih ada terkait upaya untuk mengubah kesepakatan sementara menjadi penyelesaian yang lebih permanen. Berdasarkan informasi dari CNBC, kontrak berjangka minyak mentah Brent meningkat 0,9% dan ditutup pada harga US$ 80,57 per barel, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 1,23% menjadi US$ 77,54.

Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi bahwa pembicaraan yang dijadwalkan antara AS dan Iran di Burgenstok pada hari Jumat tidak akan dilaksanakan. Gedung Putih juga mengumumkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance tidak jadi melakukan perjalanan ke Swiss karena masalah logistik yang belum terselesaikan terkait negosiasi tersebut. Vance pada hari Kamis menyatakan bahwa kapal tanker dengan total lebih dari 12 juta barel telah melintasi selat dalam dua malam berturut-turut, dan menegaskan, "Sejauh ini, mereka menghormati komitmen mereka."

Artikel Terkait