🔴 Breaking
Samsung Galaxy S26 Ultra Raih Gelar Smartphone Android Terlaris di Dunia --- Inul Daratista Mengalami Perawatan Empat Hari di Rumah Sakit Akibat Obsesi Tubuh Langsing --- KKN Kelompok 86 UIN Saizu Menelusuri Sejarah Masjid Ki Ageng Chasan Besari di Banjarnegara Minat Miliarder Terhadap Pembelian Klub Olahraga Semakin Meningkat Nvidia Dilaporkan Akan Mengakuisisi Hugging Face dengan Nilai Rp 229 Triliun Masalah Kesehatan Anak Sekolah: Karies Gigi dan Obesitas Meningkat Pria Asal Jember Diamankan Saat Aksi di DPR, Polisi Dalami Motif Usai Pick-up Diduga Terobos Barikade Fakultas Syariah UIN Saizu Siapkan Semester Gasal 2026/2027 Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Pasokan Gandum di Indonesia Kenaikan Harga Bitcoin: Dari Rp 1,11 Miliar Menjadi Rp 1,43 Miliar dalam Seminggu Samsung Galaxy S26 Ultra Raih Gelar Smartphone Android Terlaris di Dunia --- Inul Daratista Mengalami Perawatan Empat Hari di Rumah Sakit Akibat Obsesi Tubuh Langsing --- KKN Kelompok 86 UIN Saizu Menelusuri Sejarah Masjid Ki Ageng Chasan Besari di Banjarnegara Minat Miliarder Terhadap Pembelian Klub Olahraga Semakin Meningkat Nvidia Dilaporkan Akan Mengakuisisi Hugging Face dengan Nilai Rp 229 Triliun Masalah Kesehatan Anak Sekolah: Karies Gigi dan Obesitas Meningkat Pria Asal Jember Diamankan Saat Aksi di DPR, Polisi Dalami Motif Usai Pick-up Diduga Terobos Barikade Fakultas Syariah UIN Saizu Siapkan Semester Gasal 2026/2027 Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Pasokan Gandum di Indonesia Kenaikan Harga Bitcoin: Dari Rp 1,11 Miliar Menjadi Rp 1,43 Miliar dalam Seminggu
Kesehatan

Penurunan Fungsi Paru pada Remaja DKI Jakarta Terkait Polusi Udara

Sebuah penelitian oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa 13,3 persen remaja di DKI Jakarta mengalami penurunan fungsi paru yang dipicu oleh polusi udara.

Fayra Nugroho

Penulis

08 July 2026
78 kali dibaca
Ilustrasi polusi di DKI Jakarta (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Ilustrasi polusi di DKI Jakarta (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, penelitian menunjukkan bahwa sejumlah remaja di DKI Jakarta mengalami penurunan fungsi paru. Fenomena ini terjadi pada mereka yang bersekolah di lingkungan dengan tingkat polusi udara yang tinggi.

Dokter spesialis anak, dr. Cynthia Centauri, SpA(K) Subsp. Resp, menjelaskan adanya hubungan antara konsentrasi PM 2.5 yang tinggi pada hari pemeriksaan dengan hasil uji spirometri yang dilakukan terhadap remaja. "Saya waktu itu meneliti sebuah sekolah di Jakarta yang pajanan polutannya paling tinggi di enam bulan terakhir," ungkap dr. Cynthia dalam sebuah konferensi pers daring.

Dia menambahkan, "Dari situ saya mendapatkan bahwa sebanyak 13,3 persen anak yang tampaknya sehat, nggak ada gangguan aktivitas, nggak sesak (napas), bersekolah bisa, sudah ada penurunan fungsi paru." Dr. Cynthia juga menekankan bahwa semakin tinggi kadar polutan di udara, semakin besar risiko penurunan fungsi paru pada anak. "Artinya apa? Gangguan fungsi paru ini sudah ditemukan bahkan sejak anak tampak sehat," jelasnya.

Langkah Mengurangi Risiko Penurunan Fungsi Paru

Menurut dr. Cynthia, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko penurunan fungsi paru pada anak, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan polusi udara yang tinggi. Beberapa langkah tersebut antara lain:

  • Hindari membakar sampah
  • Jangan merokok
  • Tunda membawa anak saat melakukan renovasi rumah
  • Gunakan masker jika diperlukan
  • Hindari jalanan yang berpolusi
  • Jika berkendara di jalan berpolusi, tutup jendela kendaraan
  • Monitor kadar polusi udara (AQI)
  • Gunakan pembersih udara yang dilengkapi HEPA
  • Menanam tanaman hijau

Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan Anak

Dr. Cynthia mengingatkan bahwa polusi udara dapat mengganggu berbagai organ tubuh manusia, terutama pada anak-anak, dan dapat berakibat fatal atau bahkan mengancam jiwa. "Polusi udara dapat menyebabkan gangguan pada berbagai organ tubuh manusia, terutama anak. Namun pada anak bisa berakibat fatal, atau bahkan mengancam nyawa," tutupnya.

Artikel Terkait