🔴 Breaking
Ekonomi

Penurunan Kekayaan Prajogo Pangestu Sebesar Rp 31,5 Triliun dalam Sehari

Kekayaan Prajogo Pangestu, miliarder asal Indonesia, mengalami penurunan drastis setelah pengumuman rebalancing oleh MSCI, mengakibatkan hilangnya sejumlah saham dari indeks.

Fayra Nugroho

Penulis

14 May 2026
4 kali dibaca
Penurunan Kekayaan Prajogo Pangestu Sebesar Rp 31,5 Triliun dalam Sehari
Prajogo Pangestu

Berdasarkan informasi dari Forbes, Prajogo Pangestu kini menduduki peringkat 153 dalam daftar orang terkaya di dunia. Kekayaan miliarder Indonesia ini mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah pengumuman rebalancing oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Setelah hasil tinjauan MSCI pada Mei 2026, beberapa saham yang dimiliki oleh Prajogo, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), terdepak dari indeks. Menurut data terbaru Forbes per 14 Mei 2026, kekayaan Prajogo menyusut sebesar USD 1,8 miliar, yang setara dengan sekitar Rp 31,5 triliun, dengan asumsi kurs Rp 17.499 per dolar AS.

Pengumuman MSCI dan Dampaknya

Pada pengumuman resmi yang dilakukan oleh MSCI mengenai penyesuaian indeks global atau index review untuk periode Mei 2026, sejumlah saham Indonesia tercatat keluar dari indeks MSCI, baik dalam kategori Global Standard Indexes maupun Global Small Cap Indexes, dengan sedikit tambahan baru.

Menurut situs resmi MSCI yang dirilis pada Rabu, 13 Mei 2026, tidak ada saham Indonesia yang berhasil masuk dalam rebalancing MSCI Global Standard Indexes kali ini. Sebaliknya, MSCI menghapus enam saham domestik dari indeks tersebut, yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Walaupun AMRT terdepak dari indeks standar, saham ini justru berhasil masuk ke dalam MSCI Global Small Cap Indexes, menjadi satu-satunya saham Indonesia yang mendapatkan tambahan dalam rebalancing kali ini. Di sisi lain, MSCI juga mengeluarkan 13 saham Indonesia dari indeks small cap, termasuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK).

Penjualan Saham oleh Prajogo Pangestu

Di tengah penurunan nilai kekayaan, Prajogo Pangestu sebelumnya telah melakukan penjualan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) secara bertahap pada akhir April dan awal Mei 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan jumlah saham free float yang beredar di publik.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Kamis, 7 Mei 2026, Prajogo melepas sebanyak 386.277.000 saham CUAN dalam lima transaksi yang dilakukan antara 30 April hingga 4 Mei 2026. Transaksi pertama mencakup penjualan 66.033.800 saham CUAN dengan harga Rp 1.267 per saham pada 30 April 2026, diikuti dengan penjualan 86.057.700 saham pada hari yang sama dengan harga Rp 1.221 per saham.

Prajogo juga menjual 12.000.000 saham CUAN dengan harga Rp 1.187 per saham dan pada 4 Mei, menjual 128.000.000 saham dengan harga Rp 1.202. Total nilai dari penjualan saham CUAN tersebut mencapai sekitar Rp 467,98 miliar. “Tujuan transaksi menambah saham free float dengan kepemilikan langsung,” demikian tercantum dalam keterbukaan informasi tersebut.

Setelah melakukan penjualan, Prajogo kini memiliki 91.394.285.500 saham CUAN, yang setara dengan 81,29%. Sebelumnya, ia memiliki 81,64% atau sekitar 91.780.563.000 saham CUAN.

Artikel Terkait