🔴 Breaking
Perawatan Bibir Kering dan Pecah: Pentingnya Pelembab yang Tepat Penurunan Harga Perak Antam pada 25 Agustus 2025 Menjadi Rp 45.800 Perbedaan Antara Ube dan Ubi Ungu: Mengapa Keduanya Memiliki Warna yang Serupa? Kenaikan Harga Emas Antam Hari Ini, 25 Agustus 2026, Mencapai Rp 18.000 Hubungan Antara Waktu Sarapan dan Umur Panjang, Temuan Menarik dari Penelitian Pakar Menjelaskan Perbedaan Antara Penundaan dan Pemblokiran Rekening Botok Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Daftar Calon Dirjen WHO, Siapa Saja Pesaingnya? Pelatihan Digital untuk UMKM di Desa Kalibeji oleh Mahasiswa KKN UIN Saizu DSI Menegaskan Posisi Sebagai Pengawas, Bukan Pelaku Ekspor Sumber Daya Alam Putri Bill Gates Terjerat Tuduhan Praktik Curang, Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun Perawatan Bibir Kering dan Pecah: Pentingnya Pelembab yang Tepat Penurunan Harga Perak Antam pada 25 Agustus 2025 Menjadi Rp 45.800 Perbedaan Antara Ube dan Ubi Ungu: Mengapa Keduanya Memiliki Warna yang Serupa? Kenaikan Harga Emas Antam Hari Ini, 25 Agustus 2026, Mencapai Rp 18.000 Hubungan Antara Waktu Sarapan dan Umur Panjang, Temuan Menarik dari Penelitian Pakar Menjelaskan Perbedaan Antara Penundaan dan Pemblokiran Rekening Botok Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Daftar Calon Dirjen WHO, Siapa Saja Pesaingnya? Pelatihan Digital untuk UMKM di Desa Kalibeji oleh Mahasiswa KKN UIN Saizu DSI Menegaskan Posisi Sebagai Pengawas, Bukan Pelaku Ekspor Sumber Daya Alam Putri Bill Gates Terjerat Tuduhan Praktik Curang, Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun
Kesehatan

Perawatan Bibir Kering dan Pecah: Pentingnya Pelembab yang Tepat

Bibir kering dan pecah-pecah sering dianggap sepele, padahal memerlukan perhatian khusus. Penggunaan pelembab yang tepat, seperti petroleum jelly, dapat membantu mengatasi masalah ini.

Aditya Surya

Penulis

25 August 2026
8 kali dibaca
Air liur bukan ide bagus untuk mengatasi bibir kering. Foto: Getty Images/iStockphoto/mheim3011
Air liur bukan ide bagus untuk mengatasi bibir kering. Foto: Getty Images/iStockphoto/mheim3011

Jakarta - Masalah bibir kering dan pecah-pecah sering kali dianggap remeh dan dapat diatasi dengan lip balm biasa. Namun, bibir merupakan bagian dari jaringan lunak rongga mulut yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan kulit wajah.

Menurut beberapa penelitian, ada penjelasan ilmiah mengenai efektivitas berbagai jenis pelembab bibir. Berikut adalah penjelasannya.

Bibir Rentan Terhadap Keretakan

Bibir berfungsi sebagai "jembatan" antara kulit wajah dan bagian dalam mulut. Area ini aktif bergerak saat berbicara, makan, atau tersenyum, sehingga rentan mengalami keretakan halus ketika dalam keadaan kering. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan pada bibir, yang dikenal dengan istilah cheilitis. Dalam beberapa kasus, peradangan juga dapat terjadi di sudut mulut, yang disebut angular cheilitis, ditandai dengan gejala kulit merah, perih, dan retak di sudut bibir.

Tiga Mekanisme Kerja Pelembab Bibir

Pelembab bibir umumnya bekerja melalui tiga mekanisme berbeda. Pertama, oklusif, yang membentuk lapisan tipis di permukaan bibir untuk mencegah penguapan air. Petroleum jelly termasuk dalam kategori ini. Kedua, humektan, yang menarik air dari udara atau lapisan kulit yang lebih dalam ke permukaan, seperti gliserin dan hyaluronic acid. Ketiga, emolien, yang mengisi celah-celah kecil di antara sel kulit agar bibir terasa lebih halus, contohnya lanolin dan shea butter.

Dari ketiga mekanisme tersebut, petroleum jelly sering dianggap sebagai salah satu bahan paling efektif dalam mencegah kehilangan air dari kulit. Petrolatum adalah bahan oklusif yang sangat baik dalam mengurangi penguapan air, dengan beberapa literatur melaporkan penurunan transepidermal water loss antara 50-99%, tergantung pada cara penggunaannya.

Penting untuk dicatat bahwa petroleum jelly tidak menambah kelembapan baru, melainkan hanya mengunci kelembapan yang sudah ada. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakannya saat bibir masih dalam kondisi sedikit lembap, seperti setelah minum air atau mandi, bukan saat bibir sudah kering.

Pemanfaatan dalam Praktik Kedokteran Gigi

Di bidang kedokteran gigi, petroleum jelly grade medis bukanlah bahan yang asing. Bahan ini sering digunakan untuk melumasi area sekitar mulut pasien selama prosedur gigi, agar sarung tangan dokter tidak lengket pada gusi atau bibir. Ini menunjukkan bahwa bahan tersebut relatif aman digunakan di area mulut.

Kesehatan bibir juga berkaitan dengan kondisi mulut kering atau xerostomia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelembab khusus untuk rongga mulut secara rutin dapat mengurangi ketidaknyamanan pada pasien dan membantu menjaga produksi air liur tetap normal.

Pilihan Utama untuk Sudut Bibir Pecah

Untuk mengatasi sudut bibir yang pecah-pecah atau angular cheilitis, penggunaan salep berbahan petroleum jelly sering kali menjadi langkah pertama yang dianjurkan. Penyebab utama kondisi ini biasanya disebabkan oleh kulit yang terus-menerus terpapar air liur, yang dapat menyebabkan iritasi atau maserasi.

Walaupun efektif, penggunaan pelembab bibir berbahan petroleum jelly secara berlebihan tanpa menghentikan kebiasaan menjilat bibir dapat berisiko. Area yang terus lembap dapat memicu infeksi jamur atau cheilocandidiasis. Dengan kata lain, pelembab bibir berfungsi sebagai pelindung, bukan sebagai pengganti untuk menghilangkan kebiasaan menjilat bibir yang sebaiknya dihentikan.

Artikel Terkait