🔴 Breaking
Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Daftar Calon Dirjen WHO, Siapa Saja Pesaingnya? Pelatihan Digital untuk UMKM di Desa Kalibeji oleh Mahasiswa KKN UIN Saizu DSI Menegaskan Posisi Sebagai Pengawas, Bukan Pelaku Ekspor Sumber Daya Alam Putri Bill Gates Terjerat Tuduhan Praktik Curang, Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun Peningkatan Kasus Batu Ginjal pada Anak, Ini yang Perlu Diketahui Orang Tua Sekolah Al Abidin: Fokus pada Pengembangan Prestasi Siswa Enam Negara Uni Eropa Usulkan Pajak atas Keuntungan Besar Perusahaan Minyak Sosialisasi SJPH dan Keamanan Pangan oleh Halal Center UIN Saizu untuk Usaha Mikro Vietnam Rencanakan Pengurangan Pajak 30% untuk Usaha Kecil, Berikut Penjelasannya Chip AI Nvidia H200 Akhirnya Masuk ke China Setelah Delapan Bulan Tertunda Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Daftar Calon Dirjen WHO, Siapa Saja Pesaingnya? Pelatihan Digital untuk UMKM di Desa Kalibeji oleh Mahasiswa KKN UIN Saizu DSI Menegaskan Posisi Sebagai Pengawas, Bukan Pelaku Ekspor Sumber Daya Alam Putri Bill Gates Terjerat Tuduhan Praktik Curang, Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun Peningkatan Kasus Batu Ginjal pada Anak, Ini yang Perlu Diketahui Orang Tua Sekolah Al Abidin: Fokus pada Pengembangan Prestasi Siswa Enam Negara Uni Eropa Usulkan Pajak atas Keuntungan Besar Perusahaan Minyak Sosialisasi SJPH dan Keamanan Pangan oleh Halal Center UIN Saizu untuk Usaha Mikro Vietnam Rencanakan Pengurangan Pajak 30% untuk Usaha Kecil, Berikut Penjelasannya Chip AI Nvidia H200 Akhirnya Masuk ke China Setelah Delapan Bulan Tertunda
Teknologi

Putri Bill Gates Terjerat Tuduhan Praktik Curang, Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun

Phoebe Gates, putri Bill Gates, sedang menghadapi tuduhan praktik curang melalui startup yang didirikannya, dengan potensi hukuman penjara hingga 20 tahun jika terbukti bersalah.

Eko Prasetyo

Penulis

24 August 2026
9 kali dibaca
Bill Gates kerap menghabiskan akhir pekannya menemani putrinya menunggang kuda.(The Gates Family)
Bill Gates kerap menghabiskan akhir pekannya menemani putrinya menunggang kuda.(The Gates Family)

Phoebe Gates, anak dari pendiri Microsoft Bill Gates, kini menjadi perhatian publik setelah startup yang ia dirikan dituduh terlibat dalam praktik curang yang dikenal sebagai cookie stuffing. Jika tuduhan ini berujung pada dakwaan pidana federal dan ia dinyatakan bersalah, Phoebe dapat menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Pada usia 23 tahun, Phoebe bersama rekannya, Sophia Kianni, meluncurkan Phia, sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai pembanding harga untuk belanja online, pada April 2025. Sejak peluncurannya, startup berbasis kecerdasan buatan ini telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari 43 juta dollar AS (sekitar Rp 774 miliar) dari berbagai investor ternama, termasuk Hailey Bieber, Khloe Kardashian, dan Kris Jenner. Sepanjang tahun 2025, Phia dilaporkan memperoleh pendapatan hingga 30 juta dollar AS (sekitar Rp 540 miliar).

Tuduhan Praktik Cookie Stuffing

Tuduhan terhadap Phia pertama kali disampaikan oleh Bloomberg dalam laporan investigatifnya. Cookie stuffing adalah praktik yang melibatkan penyisipan cookie pelacak ke dalam proses checkout di situs belanja. Startup ini diduga menggunakan metode yang memungkinkan kode rujukan atau cookie afiliasi mereka tertanam saat pengguna melakukan pembelian, bahkan pada transaksi yang tidak berasal dari aplikasi mereka. Hal ini berpotensi membuat Phia terlihat seolah-olah mereka yang membawa transaksi tersebut dan berhak atas komisi dari peritel, meskipun pembeli bisa saja datang langsung ke toko online atau melalui rujukan afiliasi lainnya. Praktik ini diduga menyumbang sekitar 51 persen dari total penjualan yang diatribusikan kepada Phia pada bulan Juni 2026.

Bloomberg melaporkan bahwa Phoebe dan Kianni telah menyadari adanya fitur pemasangan cookie otomatis tersebut selama beberapa bulan. Salah satu bukti yang diungkap adalah pesan Slack internal dari tanggal 18 Desember, di mana Phoebe meminta seorang karyawan untuk memastikan fitur "auto pop for cookie drop" aktif di semua situs mitra. Sophia Kianni juga membalas, "Apa pun yang bisa kita lakukan untuk terus menjalankan pencatatan cookie ini akan luar biasa, terima kasih." Bukti percakapan ini bertentangan dengan pernyataan awal Phia yang menyebut praktik tersebut sebagai "anomali teknis" yang baru terdeteksi.

Tanggapan dan Langkah Perusahaan

Sampai saat ini, baik Phoebe Gates maupun Sophia Kianni belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan ini. Tanggapan resmi hanya disampaikan melalui juru bicara perusahaan. Phia telah menonaktifkan fitur yang dipermasalahkan sejak 7 Juli 2026, lebih dari sebulan sebelum laporan dari Bloomberg dirilis. Perusahaan berkomitmen untuk mengembalikan dampak dari transaksi yang salah diatribusikan dan berencana untuk merekrut kepala kepatuhan. Juru bicara Phia menyatakan, "Fitur apa pun yang menyebabkan kesalahan atribusi telah langsung kami hapus lebih dari sebulan lalu, tepatnya pada 7 Juli." Mereka juga membantah angka 51 persen yang diklaim oleh Bloomberg, menyatakan bahwa metodologi analisis tersebut keliru.

Sejak fitur bermasalah dinonaktifkan, pendapatan Phia mengalami penurunan drastis, dari sekitar 80.000 dollar AS menjadi hanya antara 10.000 hingga 28.000 dollar AS per hari. Platform afiliasi Impact.com juga dilaporkan telah menghentikan kerja sama dengan Phia, dengan beberapa peritel seperti Nike, Nordstrom, dan Gap yang terkena dampak.

Ariel Givner, seorang pengacara dari firma hukum Givner Law, menyatakan bahwa praktik seperti ini dapat dikategorikan sebagai penipuan transfer elektronik (wire fraud) menurut hukum federal di Amerika Serikat. "Ada kemungkinan hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara, ditambah denda dan restitusi," ungkap Givner. Namun, hingga saat ini, belum ada dakwaan resmi yang diajukan oleh otoritas hukum AS terhadap Phoebe Gates maupun Sophia Kianni. Penjelasan mengenai ancaman hukuman ini masih bersifat analisis dari pengacara, bukan merupakan proses hukum yang sedang berlangsung.

Givner juga mengingatkan tentang kasus serupa yang terjadi pada tahun 2014, di mana Shawn Hogan, mantan afiliasi eBay, dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan federal AS karena skema cookie stuffing yang merugikan hingga 28 juta dollar AS (sekitar Rp 504 miliar).

Artikel Terkait