🔴 Breaking
Teknologi

Chip AI Nvidia H200 Akhirnya Masuk ke China Setelah Delapan Bulan Tertunda

Setelah mengalami penundaan selama delapan bulan, chip Nvidia H200 kini resmi memasuki pasar China, menyusul perubahan kebijakan dari pemerintah AS.

Eko Prasetyo

Penulis

24 August 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi pertarungan antaran AS vs China di industri chip global. (ABC.net)
Ilustrasi pertarungan antaran AS vs China di industri chip global. (ABC.net)

Chip kecerdasan buatan (AI) Nvidia H200 akhirnya mulai dikirim ke China setelah terhambat selama delapan bulan akibat pergeseran kebijakan antara pemerintah Amerika Serikat dan China. Pengiriman ini menjadi salah satu yang signifikan sejak Presiden AS Donald Trump memberikan izin ekspor chip tersebut pada Desember 2025.

Menurut laporan terbaru, dua perusahaan teknologi besar di China, ByteDance (induk TikTok) dan Tencent, masing-masing telah menerima sekitar 10.000 unit chip Nvidia H200 dalam beberapa minggu terakhir. Meskipun demikian, jumlah tersebut masih jauh dari kuota yang disetujui oleh pemerintah AS, di mana setiap perusahaan yang mendapat izin dapat membeli hingga 75.000 unit. Dengan demikian, 10.000 unit yang diterima baru sekitar 13 persen dari batas maksimum yang ditetapkan.

Proses Persetujuan yang Rumit

Namun, pengiriman ini tidak serta merta berarti semua chip dapat langsung dikirim. Setelah mendapatkan izin dari pemerintah AS, perusahaan-perusahaan di China masih perlu memperoleh persetujuan dari National Development and Reform Commission (NDRC) untuk setiap pembelian chip H200 berikutnya. Dalam proses ini, perusahaan harus menjelaskan kebutuhan chip dan alasan mengapa mereka tidak dapat menggunakan produk lokal.

Walaupun AS telah memberikan lampu hijau untuk penjualan chip H200, pemerintah China tetap memiliki kontrol atas jumlah chip yang dapat masuk ke negaranya. Diperkirakan, sejumlah perusahaan teknologi China lainnya juga akan mendapatkan izin untuk menerima pengiriman H200 dalam waktu dekat.

Perubahan Kebijakan Ekspor

Masuknya Nvidia H200 ke China merupakan bagian dari dinamika panjang dalam perdagangan chip AI antara Washington dan Beijing. Pada Desember 2025, Presiden Trump mengubah kebijakan sebelumnya yang membatasi penjualan chip, dan memberikan izin kepada Nvidia untuk menjual H200 kepada pelanggan tertentu di China. Trump menyatakan bahwa pemerintah AS akan memperoleh 25 persen dari pendapatan ekspor chip tersebut, yang diharapkan dapat mendukung lapangan kerja dan manufaktur di AS serta menjaga kepemimpinan negara dalam pengembangan AI.

Setelah kebijakan baru diterapkan, sekitar 10 perusahaan di China, termasuk Alibaba, Tencent, dan ByteDance, mendapatkan izin untuk membeli H200 dengan kuota maksimal 75.000 unit. Namun, meskipun mendapatkan izin dari AS, perusahaan-perusahaan China sempat menunda pembelian chip ini karena arahan dari pemerintah mereka, yang khawatir akan ketergantungan terhadap chip buatan AS.

Permintaan terhadap H200 tetap tinggi, terutama untuk pelatihan model AI berskala besar. Nvidia dilaporkan memiliki sekitar 500.000 unit H200 yang disiapkan untuk pasar China, sementara perusahaan-perusahaan di China pernah memesan lebih dari dua juta chip H200, jauh melebihi jumlah yang tersedia.

Nvidia H200 sendiri bukanlah chip AI terbaru, melainkan versi yang telah dimodifikasi agar memenuhi regulasi ekspor AS. Meskipun ada alternatif lokal, chip ini masih dianggap menarik untuk aplikasi komputasi AI berat, terutama dalam pelatihan model AI. Dengan memori HBM3e berkapasitas 141 GB dan bandwidth 4,8 TB per detik, chip ini menawarkan performa yang dibutuhkan untuk melatih model AI dengan parameter besar. Selain itu, ekosistem perangkat lunak CUDA yang dimiliki Nvidia juga menjadi nilai tambah bagi pengembang AI yang telah terbiasa dengan infrastruktur tersebut.

Artikel Terkait