🔴 Breaking
Apple Lakukan Pemangkasan Karyawan, Tim Vision Pro Terkena Dampak Besar Dampak Pengurangan Konsumsi Gula pada Kesehatan Tubuh Tiga Artikel Terpopuler: Alokasi Rp 1,2 Triliun untuk Bantuan Pangan UIN Surakarta Raih Rekor MURI dengan Pembagian Buku Saku Pencegahan Kekerasan Seksual untuk Mahasiswa Baru Hadiah Tertinggi dalam Sejarah, AS Terbuka 2026 Naik 10% Lebih dari 3 Juta Warga Indonesia Terkena Dampak Asap Kebakaran Hutan, Segera Periksa Kesehatan Jika Mengalami Gejala Kerja Sama Kemdiktisaintek dan I4 untuk Meningkatkan Riset Ilmuwan Diaspora Intervensi Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam Mengatasi Lonjakan Imbal Hasil Obligasi Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mengganggu Kesehatan Otak dan Memicu Lupa Perkembangan Terbaru Harga Emas Perhiasan pada 23 Agustus 2026 Apple Lakukan Pemangkasan Karyawan, Tim Vision Pro Terkena Dampak Besar Dampak Pengurangan Konsumsi Gula pada Kesehatan Tubuh Tiga Artikel Terpopuler: Alokasi Rp 1,2 Triliun untuk Bantuan Pangan UIN Surakarta Raih Rekor MURI dengan Pembagian Buku Saku Pencegahan Kekerasan Seksual untuk Mahasiswa Baru Hadiah Tertinggi dalam Sejarah, AS Terbuka 2026 Naik 10% Lebih dari 3 Juta Warga Indonesia Terkena Dampak Asap Kebakaran Hutan, Segera Periksa Kesehatan Jika Mengalami Gejala Kerja Sama Kemdiktisaintek dan I4 untuk Meningkatkan Riset Ilmuwan Diaspora Intervensi Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam Mengatasi Lonjakan Imbal Hasil Obligasi Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mengganggu Kesehatan Otak dan Memicu Lupa Perkembangan Terbaru Harga Emas Perhiasan pada 23 Agustus 2026
Teknologi

Apple Lakukan Pemangkasan Karyawan, Tim Vision Pro Terkena Dampak Besar

Apple telah mengonfirmasi pemecatan lebih dari 200 karyawan dari berbagai divisi, termasuk tim Vision Pro dan Siri, dengan dampak signifikan pada tim yang mengembangkan headset Vision Pro.

Sabina Almira

Penulis

24 August 2026
5 kali dibaca
Markas Apple di Cupertino, AS.
Markas Apple di Cupertino, AS.

Apple mengumumkan bahwa mereka telah melakukan pemangkasan terhadap lebih dari 200 karyawan yang tersebar di beberapa divisi, termasuk tim Vision Pro dan Siri. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 orang berasal dari tim yang bertanggung jawab atas headset Vision Pro, sementara 100 karyawan lainnya berasal dari tim Siri dan rekayasa perangkat lunak.

Laporan awal menyebutkan bahwa 60 karyawan dari tim Vision Pro terkena pemutusan hubungan kerja, namun angka terbaru menunjukkan jumlah yang lebih besar dari yang diperkirakan. Tim Vision Pro, yang berfokus pada pengembangan game untuk headset tersebut, hampir sepenuhnya dibubarkan. Selain itu, tim produksi Immersive Video, yang mengerjakan konten video imersif khas Vision Pro, juga turut mengalami pemangkasan.

Penyebab Pemangkasan

Di sisi tim Siri, pemecatan ditujukan kepada karyawan yang selama ini mengembangkan versi asisten virtual yang lebih lama. Perombakan ini juga menyentuh tim Intelligent Systems Experience, yang bertugas untuk menyelaraskan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di seluruh divisi Apple. Salah satu alasan di balik pembubaran tim Vision Pro adalah rendahnya minat dari pengembang pihak ketiga terhadap game yang dirancang untuk headset ini. Selama ini, opsi bermain game di Vision Pro banyak bergantung pada solusi eksternal seperti iVRY, yang memerlukan sambungan ke komputer berbasis Windows.

Strategi Masa Depan Apple

Di bidang produksi konten, setiap episode video imersif untuk Vision Pro dilaporkan memerlukan biaya produksi yang sangat tinggi, mencapai jutaan dollar AS. Ke depan, Apple berencana untuk mengurangi produksi video imersif yang dikerjakan secara internal dan lebih mendorong pihak eksternal untuk memproduksi konten tersebut. Juru bicara Apple menyatakan, "Meski kami akan membuka peran-peran baru sebagai bagian dari perubahan ini, langkah ini juga akan berdampak pada sejumlah peran yang sudah ada. Kami berterima kasih atas kontribusi para anggota tim ini, dan kami berkomitmen mendampingi mereka selama masa transisi, termasuk kesempatan melamar posisi lain di Apple."

Apple menegaskan bahwa perubahan ini diperlukan untuk "mengembangkan bisnis demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna". Pemangkasan di tim game Vision Pro dianggap sejalan dengan pergeseran fokus perusahaan ke pengembangan kacamata pintar. Berbeda dengan Vision Pro, kacamata pintar yang sedang dikembangkan tidak akan mendukung fitur video imersif. Di sisi lain, perubahan pada tim Siri berhubungan dengan rencana peluncuran versi baru dari Siri yang disebut Siri AI, yang akan menggunakan arsitektur berbeda dari versi sebelumnya.

Sejak diluncurkan dengan harga 3.699 dollar AS (sekitar Rp 66 juta), Vision Pro tidak pernah benar-benar laris di pasaran. Harga yang tinggi dan pengalaman penggunaan yang dianggap kurang praktis menjadi beberapa alasan penjualannya yang rendah. Produksi konten video imersif untuk headset ini juga dianggap kurang menguntungkan, mengingat basis pengguna yang masih terbatas. Apple dilaporkan menunda rencana penerus Vision Pro untuk memprioritaskan pengembangan kacamata pintar berbasis AI, yang diharapkan dapat bersaing dengan produk sejenis dari Meta.

Di tengah perombakan ini, wakil presiden yang sebelumnya membawahi Vision Pro di Apple juga dilaporkan telah meninggalkan perusahaan untuk bergabung dengan OpenAI. Langkah Apple untuk mengalihkan sumber daya ke kacamata pintar ini sejalan dengan tren industri, di mana banyak kompetitor seperti Meta telah lebih dahulu mengembangkan kategori perangkat serupa.

Artikel Terkait