Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) sedang mempersiapkan KTT ke-48 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei 2026 di Cebu. Persiapan ini melibatkan serangkaian pertemuan yang bertujuan untuk menyusun agenda dan prioritas yang akan dibahas dalam KTT tersebut.
Asisten Sekretaris Luar Negeri dan Juru Bicara ASEAN, Dominic Xavier Imperial, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Filipina sebagai ketua ASEAN 2026. "Menjelang KTT ASEAN, kami akan mengadakan pertemuan pejabat senior (SOM) pada Rabu sore, diikuti oleh pertemuan pejabat senior dari Pilar Komunitas Politik-Keamanan dan Ekonomi," ungkapnya dalam konferensi pers di Cebu.
Pada hari Kamis, serangkaian pertemuan tingkat menteri akan dilaksanakan, termasuk Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) dan Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC). Pertemuan ini akan dihadiri oleh pejabat senior dan menteri luar negeri dari 11 negara anggota ASEAN, yang bertujuan untuk membahas isu-isu penting dan agenda pembangunan komunitas jangka panjang sesuai dengan Visi Komunitas ASEAN 2045.
Filipina juga berencana untuk mengesahkan tiga dokumen hasil penting yang akan dipertimbangkan oleh para pemimpin ASEAN saat KTT. Tiga pilar Komunitas ASEAN meliputi Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC), dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASCC), yang dirancang untuk memastikan perdamaian, integrasi pasar, dan peningkatan kualitas hidup di kawasan Asia Tenggara.
Dengan langkah-langkah persiapan yang sedang dilakukan, Filipina berharap dapat menetapkan dasar yang kuat untuk KTT ASEAN mendatang, yang akan membahas berbagai isu penting, termasuk ketahanan bencana dan isu-isu pangan serta energi.