🔴 Breaking
Teknologi

Perusahaan Chip Korea Selatan Ini Buka Kesempatan Kerja Tanpa Gelar Sarjana

SK Hynix, produsen chip terkemuka dari Korea Selatan, menghapus persyaratan gelar sarjana untuk pelamar kerja, lebih mengutamakan kemampuan dan pengalaman.

Galang Mahesa

Penulis

12 July 2026
8 kali dibaca
Perusahaan Chip Korea Selatan Ini Buka Kesempatan Kerja Tanpa Gelar Sarjana
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Kini, gelar sarjana tidak lagi menjadi keharusan untuk melamar pekerjaan di SK Hynix, perusahaan chip terkenal asal Korea Selatan. Kebijakan baru ini diumumkan sebagai langkah untuk meningkatkan kesempatan bagi calon karyawan yang memiliki keterampilan dan pengalaman, tanpa terikat pada latar belakang pendidikan formal.

Fokus pada Kemampuan dan Pengalaman

SK Hynix menyatakan bahwa dalam proses perekrutan terbaru, mereka telah menghapus syarat yang mewajibkan pelamar memiliki gelar sarjana atau yang lebih tinggi. Perusahaan ini kini lebih menekankan pada kemampuan kerja, pengalaman, dan potensi kandidat. Kebijakan ini mulai diterapkan pada pembukaan lowongan kerja yang dilakukan pekan lalu.

Seorang pejabat tinggi perusahaan menjelaskan bahwa persaingan untuk mendapatkan talenta di bidang kecerdasan buatan (AI) semakin ketat. "Dalam lingkungan AI yang berubah dengan cepat, daya saing talenta masa depan sulit diukur melalui gelar tertentu atau kredensial standar," ungkapnya. Dengan kebijakan baru ini, siapa pun yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang sesuai dengan budaya kerja perusahaan berkesempatan untuk melamar dan direkrut.

Rekrutmen dan Visi Masa Depan

SK Hynix, yang dikenal sebagai salah satu produsen utama chip High Bandwidth Memory (HBM), juga berencana untuk merekrut ratusan karyawan baru untuk mengisi posisi strategis, termasuk dalam pengembangan dan desain chip generasi mendatang. Kebijakan ini sejalan dengan visi Chairman SK Group, Chey Tae-won, mengenai karakter talenta masa depan.

Keputusan SK Hynix ini cukup menarik perhatian, mengingat Korea Selatan dikenal sebagai negara yang sangat menghargai pendidikan formal. Data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan bahwa sekitar 71 persen penduduk Korea Selatan berusia 25-34 tahun telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Namun, OECD juga mencatat tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda, yang diakibatkan oleh ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Di tengah permintaan yang meningkat untuk chip AI, SK Hynix telah merekrut lebih dari 2.000 karyawan pada tahun lalu. Kebijakan baru ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang di sektor teknologi.

Artikel Terkait