Jakarta - Rekomendasi untuk berolahraga selama 150 menit setiap minggu telah menjadi pedoman umum dalam menjaga kesehatan. Namun, bagi mereka yang merasa sulit mencapai target tersebut, para peneliti mengungkapkan bahwa berjalan cepat minimal 15 menit setiap hari sudah cukup memberikan manfaat yang signifikan.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Preventive Medicine, peneliti melibatkan sekitar 85 ribu peserta antara tahun 2002 hingga 2009. Para peserta diminta untuk mengisi kuesioner mengenai kebiasaan fisik, kecepatan berjalan, serta kondisi kesehatan mereka. Enam belas tahun kemudian, mereka diminta untuk mengisi kuesioner yang sama guna menilai perkembangan kesehatan mereka.
Hasil Penelitian yang Mencolok
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang berjalan cepat setidaknya 15 menit setiap hari memiliki penurunan risiko kematian dini hampir 20 persen. Sebaliknya, mereka yang berjalan lambat lebih dari tiga jam setiap hari hanya mengalami penurunan risiko sekitar 4 persen.
"Saya ingin menekankan bahwa semua jenis aktivitas fisik, baik berjalan lambat maupun cepat, tetap memberikan manfaat. Namun, yang kami temukan adalah berjalan cepat selama sedikitnya 15 menit sehari memberikan manfaat yang terbukti signifikan," ungkap Zheng, Direktur Vanderbilt Epidemiology Center dan Anne Potter Wilson Professor in Medicine di Vanderbilt University Medical Center.
Panduan Kecepatan Berjalan
Menurut National Health Service (NHS) di Inggris, salah satu cara untuk mengetahui apakah seseorang berjalan dengan kecepatan yang memadai adalah dengan memastikan masih bisa berbicara, tetapi tidak mampu bernyanyi saat berjalan.
Berbagai penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa berjalan cepat dapat mengurangi risiko penyakit jantung, gangguan irama jantung, serta diabetes tipe 2. Aktivitas ini memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan, mulai dari membantu mengontrol berat badan dan kadar gula darah, menurunkan risiko kanker, meredakan nyeri sendi, hingga meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Studi terbaru juga mengindikasikan bahwa berjalan kaki setiap hari dapat menurunkan risiko demensia dan penurunan fungsi kognitif, terutama pada individu yang berisiko mengalami penyakit Alzheimer. "Ketika seseorang rutin berolahraga, pembuluh darah menjadi lebih mudah rileks dan melebar. Olahraga juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Secara keseluruhan, hal tersebut dapat mengurangi risiko kanker maupun penyakit lain yang membahayakan kesehatan," jelas Andrew Freeman, Direktur Pencegahan dan Kesehatan Kardiovaskular di National Jewish Health.