🔴 Breaking
Momen Berharga: Video Jensen Huang 14 Tahun Lalu Tentang Visi Nvidia di Era AI Pria 26 Tahun di India Ditemukan Memiliki Rahim, Sebuah Kasus Langka --- Tiga Artikel Terpopuler: Penurunan Harga Minyak Global --- Kenali 8 Gejala Kerusakan Ginjal Parah dan Kapan Harus Melakukan Dialisis Usulan Kadin untuk Meningkatkan Perdagangan di Antara Negara-Negara BRICS Kecerdasan Buatan Ciptakan Peluang Kerja Baru, Bukan PHK Massal Tren Ear Seeds untuk Mengatasi Stres yang Populer di Kalangan Penggemar K-Pop Iran dan Rusia Menyuarakan Penolakan Terhadap Sanksi Ekonomi, Fokus pada Peningkatan Perdagangan BRICS Temuan Baru BPOM: Tiga Produk Jamu Kuat Pria Mengandung Pyrimidenafil --- Update Harga Emas 24 Karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata pada 12 September 2026 --- Momen Berharga: Video Jensen Huang 14 Tahun Lalu Tentang Visi Nvidia di Era AI Pria 26 Tahun di India Ditemukan Memiliki Rahim, Sebuah Kasus Langka --- Tiga Artikel Terpopuler: Penurunan Harga Minyak Global --- Kenali 8 Gejala Kerusakan Ginjal Parah dan Kapan Harus Melakukan Dialisis Usulan Kadin untuk Meningkatkan Perdagangan di Antara Negara-Negara BRICS Kecerdasan Buatan Ciptakan Peluang Kerja Baru, Bukan PHK Massal Tren Ear Seeds untuk Mengatasi Stres yang Populer di Kalangan Penggemar K-Pop Iran dan Rusia Menyuarakan Penolakan Terhadap Sanksi Ekonomi, Fokus pada Peningkatan Perdagangan BRICS Temuan Baru BPOM: Tiga Produk Jamu Kuat Pria Mengandung Pyrimidenafil --- Update Harga Emas 24 Karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata pada 12 September 2026 ---
Kesehatan

Manfaat Jalan Kaki: Kunci untuk Umur Panjang yang Terungkap Melalui Penelitian

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa berjalan cepat selama minimal 15 menit setiap hari dapat mengurangi risiko kematian dini hingga 20 persen. Aktivitas fisik ini terbukti lebih efektif dibandingkan b...

Fayra Nugroho

Penulis

12 July 2026
89 kali dibaca
Ilustrasi jalan kaki. (Foto: Dikhy Sasra)
Ilustrasi jalan kaki. (Foto: Dikhy Sasra)

Jakarta - Rekomendasi untuk berolahraga selama 150 menit setiap minggu telah menjadi pedoman umum dalam menjaga kesehatan. Namun, bagi mereka yang merasa sulit mencapai target tersebut, para peneliti mengungkapkan bahwa berjalan cepat minimal 15 menit setiap hari sudah cukup memberikan manfaat yang signifikan.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Preventive Medicine, peneliti melibatkan sekitar 85 ribu peserta antara tahun 2002 hingga 2009. Para peserta diminta untuk mengisi kuesioner mengenai kebiasaan fisik, kecepatan berjalan, serta kondisi kesehatan mereka. Enam belas tahun kemudian, mereka diminta untuk mengisi kuesioner yang sama guna menilai perkembangan kesehatan mereka.

Hasil Penelitian yang Mencolok

Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang berjalan cepat setidaknya 15 menit setiap hari memiliki penurunan risiko kematian dini hampir 20 persen. Sebaliknya, mereka yang berjalan lambat lebih dari tiga jam setiap hari hanya mengalami penurunan risiko sekitar 4 persen.

"Saya ingin menekankan bahwa semua jenis aktivitas fisik, baik berjalan lambat maupun cepat, tetap memberikan manfaat. Namun, yang kami temukan adalah berjalan cepat selama sedikitnya 15 menit sehari memberikan manfaat yang terbukti signifikan," ungkap Zheng, Direktur Vanderbilt Epidemiology Center dan Anne Potter Wilson Professor in Medicine di Vanderbilt University Medical Center.

Panduan Kecepatan Berjalan

Menurut National Health Service (NHS) di Inggris, salah satu cara untuk mengetahui apakah seseorang berjalan dengan kecepatan yang memadai adalah dengan memastikan masih bisa berbicara, tetapi tidak mampu bernyanyi saat berjalan.

Berbagai penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa berjalan cepat dapat mengurangi risiko penyakit jantung, gangguan irama jantung, serta diabetes tipe 2. Aktivitas ini memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan, mulai dari membantu mengontrol berat badan dan kadar gula darah, menurunkan risiko kanker, meredakan nyeri sendi, hingga meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Studi terbaru juga mengindikasikan bahwa berjalan kaki setiap hari dapat menurunkan risiko demensia dan penurunan fungsi kognitif, terutama pada individu yang berisiko mengalami penyakit Alzheimer. "Ketika seseorang rutin berolahraga, pembuluh darah menjadi lebih mudah rileks dan melebar. Olahraga juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Secara keseluruhan, hal tersebut dapat mengurangi risiko kanker maupun penyakit lain yang membahayakan kesehatan," jelas Andrew Freeman, Direktur Pencegahan dan Kesehatan Kardiovaskular di National Jewish Health.

Artikel Terkait