🔴 Breaking
Waspadai Gangguan Tidur, Tanda-Tanda Diabetes yang Perlu Diketahui Mengapa Kita Sulit Mengingat Masa Bayi? Penelitian Ini Menawarkan Penjelasan Mendorong Pembangunan Ekonomi, BCA Kembangkan Potensi Kuliner di Desa Wisata Oligarki Musuh Bangsa, Waspadai Manuver Jahat yang Membajak Kepentingan Rakyat Pendaftaran Kartu SIM Menggunakan Biometrik Resmi Dimulai, Ini Panduan untuk Pelanggan Telkomsel Lentera Kasih UKSW Menjuarai Peksimida 2026, Siap Mewakili Jawa Tengah di Peksiminas --- Mantan Direktur Pelita Air Bergabung dengan KAI untuk Tingkatkan Keamanan Penerbangan --- XLSmart dan Telkomsel Menang Lelang Frekuensi Radio 2026 Minat Investor Asing Terhadap Proyek Pusat Data 1,3 GW di Indonesia, Nvidia Siap Bergabung Penurunan Pasar PC Global: Krisis Memori Jadi Penyebab Utama Waspadai Gangguan Tidur, Tanda-Tanda Diabetes yang Perlu Diketahui Mengapa Kita Sulit Mengingat Masa Bayi? Penelitian Ini Menawarkan Penjelasan Mendorong Pembangunan Ekonomi, BCA Kembangkan Potensi Kuliner di Desa Wisata Oligarki Musuh Bangsa, Waspadai Manuver Jahat yang Membajak Kepentingan Rakyat Pendaftaran Kartu SIM Menggunakan Biometrik Resmi Dimulai, Ini Panduan untuk Pelanggan Telkomsel Lentera Kasih UKSW Menjuarai Peksimida 2026, Siap Mewakili Jawa Tengah di Peksiminas --- Mantan Direktur Pelita Air Bergabung dengan KAI untuk Tingkatkan Keamanan Penerbangan --- XLSmart dan Telkomsel Menang Lelang Frekuensi Radio 2026 Minat Investor Asing Terhadap Proyek Pusat Data 1,3 GW di Indonesia, Nvidia Siap Bergabung Penurunan Pasar PC Global: Krisis Memori Jadi Penyebab Utama
Kesehatan

Waspadai Gangguan Tidur, Tanda-Tanda Diabetes yang Perlu Diketahui

Sering terbangun di malam hari bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan, termasuk diabetes. Penting untuk mengenali gejala-gejala yang mungkin muncul akibat kondisi ini.

Maya Soraya Larasati

Penulis

12 July 2026
8 kali dibaca
Terbangun tengah malam. Foto: Getty Images/amenic181
Terbangun tengah malam. Foto: Getty Images/amenic181

Jakarta - Gangguan tidur sering kali dianggap sepele, terutama jika hanya terjadi sesekali. Namun, kebiasaan terbangun di tengah malam bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Beberapa kondisi yang mengganggu tidur dapat dikaitkan dengan gejala diabetes, sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda tersebut.

Pengaruh Diabetes terhadap Tidur

Diabetes memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah (glukosa). Kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti rasa haus yang berlebihan, lapar, nyeri, dan sering buang air kecil. Gejala-gejala ini sering menyebabkan seseorang terbangun di malam hari, sehingga mengganggu kualitas tidur mereka.

Gejala yang Sering Muncul

1. Sering Buang Air Kecil
Pada penderita diabetes, poliuria atau sering buang air kecil merupakan gejala umum, terutama pada malam dan pagi hari. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan ginjal menyaring lebih banyak glukosa, yang menarik air bersamanya, sehingga meningkatkan produksi urine.

2. Merasa Haus
Ketika tubuh memiliki kelebihan glukosa, ia akan mengambil air dari jaringan tubuh, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Hal ini sering membangunkan seseorang di malam hari untuk minum.

3. Merasa Lapar
Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh dari makanan yang dikonsumsi. Diabetes melitus terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin, atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali. Tanpa insulin yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai energi, sehingga meningkatkan rasa lapar.

4. Berkeringat di Malam Hari
Keringat malam yang disebabkan oleh diabetes sering kali terkait dengan kadar glukosa darah yang rendah, yaitu di bawah 70 mg/dL, yang memicu peningkatan hormon adrenalin dan dapat mengganggu tidur.

5. Nyeri pada Kaki
Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf yang dapat terjadi pada penderita diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf di kaki dan telapak kaki, menyebabkan gejala seperti nyeri dan mati rasa yang mengganggu tidur.

6. Sakit Kepala
Sakit kepala dapat disebabkan oleh kadar gula darah yang rendah maupun tinggi. Pada kadar gula darah yang rendah, otak bergantung pada gula darah sebagai sumber energi. Jika tidak ada hormon yang cukup untuk meningkatkan kadar gula darah, otak mungkin tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan sakit kepala. Sebaliknya, kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan pusing.

Diabetes yang Tidak Terlihat Gejalanya

Menurut seorang spesialis penyakit dalam, diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Banyak penderita tidak menyadari kondisinya, sehingga tidak mendapatkan pengobatan yang diperlukan sejak dini. Kadar gula darah yang meningkat secara signifikan dapat memicu gejala seperti sering buang air kecil di malam hari, mudah lapar, dan haus. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena diabetes.

Jenis Tes Gula Darah

Ada beberapa jenis tes gula darah yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Tes Hemoglobin A1C (HbA1c) - Tes ini menunjukkan kadar glukosa darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan terakhir. Hasilnya dapat dikategorikan sebagai normal, prediabetes, atau diabetes.

2. Tes Gula Darah Puasa - Sebelum menjalani tes ini, pasien harus berpuasa selama 8-12 jam. Diabetes dapat didiagnosis jika kadar glukosa darah mencapai 126 mg/dL atau lebih pada dua kali pemeriksaan.

3. Tes Gula Darah Sewaktu - Tes ini dilakukan tanpa perlu berpuasa. Kadar gula darah sewaktu dianggap normal jika berada di bawah 200 mg/dL.

Artikel Terkait