🔴 Breaking
Mengapa Kita Sulit Mengingat Masa Bayi? Penelitian Ini Menawarkan Penjelasan Mendorong Pembangunan Ekonomi, BCA Kembangkan Potensi Kuliner di Desa Wisata Oligarki Musuh Bangsa, Waspadai Manuver Jahat yang Membajak Kepentingan Rakyat Pendaftaran Kartu SIM Menggunakan Biometrik Resmi Dimulai, Ini Panduan untuk Pelanggan Telkomsel Lentera Kasih UKSW Menjuarai Peksimida 2026, Siap Mewakili Jawa Tengah di Peksiminas --- Mantan Direktur Pelita Air Bergabung dengan KAI untuk Tingkatkan Keamanan Penerbangan --- XLSmart dan Telkomsel Menang Lelang Frekuensi Radio 2026 Minat Investor Asing Terhadap Proyek Pusat Data 1,3 GW di Indonesia, Nvidia Siap Bergabung Penurunan Pasar PC Global: Krisis Memori Jadi Penyebab Utama Generasi Z Lebih Percaya Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibandingkan Dokter Mengapa Kita Sulit Mengingat Masa Bayi? Penelitian Ini Menawarkan Penjelasan Mendorong Pembangunan Ekonomi, BCA Kembangkan Potensi Kuliner di Desa Wisata Oligarki Musuh Bangsa, Waspadai Manuver Jahat yang Membajak Kepentingan Rakyat Pendaftaran Kartu SIM Menggunakan Biometrik Resmi Dimulai, Ini Panduan untuk Pelanggan Telkomsel Lentera Kasih UKSW Menjuarai Peksimida 2026, Siap Mewakili Jawa Tengah di Peksiminas --- Mantan Direktur Pelita Air Bergabung dengan KAI untuk Tingkatkan Keamanan Penerbangan --- XLSmart dan Telkomsel Menang Lelang Frekuensi Radio 2026 Minat Investor Asing Terhadap Proyek Pusat Data 1,3 GW di Indonesia, Nvidia Siap Bergabung Penurunan Pasar PC Global: Krisis Memori Jadi Penyebab Utama Generasi Z Lebih Percaya Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibandingkan Dokter
Kesehatan

Waspadai Tanda-Tanda Awal Kolesterol Tinggi yang Sering Terabaikan

Kolesterol tinggi dikenal sebagai "silent killer" karena sering tidak menunjukkan gejala hingga menyebabkan masalah serius. Penting untuk mengenali tanda-tanda awal yang bisa muncul pada tubuh.

Bima Sakti

Penulis

11 July 2026
20 kali dibaca
Foto: Ilustrasi nyeri dada (Getty Images/laddawan punna)
Foto: Ilustrasi nyeri dada (Getty Images/laddawan punna)

Kolesterol tinggi sering disebut sebagai "silent killer" atau pembunuh senyap. Hal ini disebabkan karena seseorang dapat memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi dalam darah tanpa merasakan gejala apapun, seperti nyeri dada atau sesak napas. Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah arteri, yang pada akhirnya dapat memicu serangan jantung atau stroke. Sayangnya, banyak orang baru menyadari kondisi ini setelah mengalami dampak yang serius. Tubuh biasanya memberikan tanda-tanda awal yang samar ketika kadar kolesterol mulai meningkat.

Kolesterol Tinggi Bukan Hanya Masalah Lansia

Jangan beranggapan bahwa kolesterol tinggi hanya menjadi masalah bagi orang tua. Menurut data terbaru dari National Health and Nutrition Examination Survey, sekitar 11,3 persen orang dewasa berusia 20 tahun ke atas di Amerika Serikat mengalami kolesterol tinggi, yang berarti hampir 25 juta orang hidup dengan kadar kolesterol di atas 240 mg/dL. Meskipun risiko meningkat pada usia 40 hingga 50 tahun, individu di usia 20-an dan 30-an juga harus lebih waspada. Dokter spesialis jantung dari Max Super Speciality Hospital Noida, India, dr Ashish Kumar Govil, mengingatkan bahwa pembentukan kolesterol dapat terjadi lebih awal dari yang diperkirakan.

"Kolesterol bisa mulai menumpuk di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala yang terlihat, sampai akhirnya menyebabkan kondisi serius seperti penyakit jantung atau stroke. Karena alasan ini, sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui kadar kolesterol mereka sedini mungkin," jelas dr Govil.

Tanda-Tanda Fisik Kolesterol Tinggi

Salah satu tanda kolesterol tinggi yang jarang diketahui dapat terlihat pada mata. Perhatikan bagian kornea atau lingkaran berwarna pada mata (iris). Jika terdapat lingkaran atau cincin berwarna putih keabu-abuan, ini dikenal sebagai corneal arcus, yang merupakan peringatan bahwa kadar kolesterol dalam tubuh sudah meningkat. Secara medis, corneal arcus terjadi karena kolesterol dan lipoprotein bocor dari pembuluh darah mata dan mengendap di kornea, didominasi oleh low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Translational Medicine menunjukkan bahwa orang di bawah 50 tahun yang memiliki tanda ini berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner. Jika Anda menemukan lingkaran ini di mata, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan.

Tanda fisik lainnya yang perlu diwaspadai adalah munculnya xanthoma, yaitu benjolan kecil berwarna kekuningan yang terasa kencang di bawah kulit. Benjolan ini dapat muncul di beberapa area tubuh, seperti kelopak mata (xanthelasma), siku, lutut, dan tendon Achilles. Banyak orang keliru mengira benjolan ini sebagai masalah kulit biasa, padahal ini adalah indikasi bahwa kolesterol telah menumpuk di jaringan kulit.

Penyebab Kolesterol Tinggi dan Pentingnya Pemeriksaan Rutin

Dr Govil menjelaskan bahwa pada kelompok usia produktif, penyebab utama kolesterol tinggi sering kali terkait dengan gaya hidup, seperti konsumsi makanan olahan dan tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta stres berat yang tidak terkelola. Selain faktor perilaku, kondisi medis seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan riwayat keluarga juga dapat meningkatkan risiko. Jika orang tua memiliki riwayat kolesterol tinggi, maka kewaspadaan harus lebih ditingkatkan.

Ketika tubuh mulai menunjukkan gejala seperti mudah lelah, sesak napas, atau nyeri dada ringan, itu adalah tanda bahwa pembuluh darah sudah mengalami penyumbatan yang cukup parah. Menunggu gejala tersebut muncul adalah langkah yang terlambat, karena kerusakan pembuluh darah sudah berlangsung lama. Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol adalah melalui pemeriksaan darah atau tes profil lipid, yang mengukur kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.

Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan agar orang dewasa yang sehat melakukan skrining kolesterol setidaknya setiap 4 hingga 6 tahun sekali, dimulai sejak usia 20 tahun. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko atau melihat tanda fisik pada mata dan kulit, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Artikel Terkait