Jakarta - Kebakaran besar yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, telah menyebabkan dampak kesehatan yang serius bagi masyarakat di sekitarnya. Pemerintah Kabupaten Tangerang melaporkan bahwa ratusan warga mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyatakan bahwa dari ratusan warga yang mengalami gejala, saat ini tersisa 22 orang yang masih memerlukan penanganan khusus dari tim medis Dinas Kesehatan. Data menunjukkan bahwa sekitar 154 warga mengeluhkan masalah pernapasan, namun intervensi medis yang cepat telah berhasil mengurangi jumlah pasien aktif menjadi puluhan orang.
"Ya, sebelumnya ada 100-an, jadi sekarang sudah turun jadi 22 jiwa yang masih ISPA. Dinas Kesehatan maupun dari Puskesmas terus bergerak secara door to door mendatangi rumah-rumah warga yang tidak mengungsi ke posko untuk diperiksa," ujar Rasyid.
Posko Kedaruratan dan Pemantauan Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mendirikan dua posko kedaruratan sebagai tempat pengungsian sementara. Posko pertama berada di Kantor Desa Tanjakan Mekar, sedangkan yang kedua terletak di Desa Rajeg Mulya. Ratusan warga sempat dievakuasi ke posko tersebut oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri. Meskipun sebagian besar warga kini telah kembali ke rumah setelah satu hingga dua malam di pengungsian, pemantauan kesehatan tetap dilakukan secara ketat.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mengambil langkah strategis dengan meningkatkan jumlah tenaga medis di lapangan. Kepala Dinas Kesehatan Hendra Tarmizi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 50 tenaga medis yang disiagakan, meningkat dari sebelumnya yang hanya belasan. Para tenaga medis ini berasal dari Puskesmas di sekitar lokasi bencana untuk mendukung pelayanan di posko darurat.
Pencegahan Pneumonia dan Imbauan kepada Masyarakat
Hingga kini, jumlah warga yang berobat di posko kesehatan hampir mencapai 200 orang, dengan mayoritas adalah kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia. "Kalau total yang berobat itu, semua pelayanan itu, mungkin sekarang ini kemarin ada 154 hingga 200 jiwa warga ditangani," kata Hendra.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berfokus untuk mencegah agar gejala ISPA yang dialami warga tidak berkembang menjadi pneumonia, yang merupakan penyakit radang paru-paru akut dengan tingkat fatalitas tinggi, terutama pada balita dan lansia. Masyarakat diimbau untuk menghindari paparan langsung asap dari kebakaran dan diwajibkan menggunakan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan atau di area terdampak untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan yang lebih serius.