Pemerintah Indonesia mengumumkan paket stimulus ekonomi dengan total nilai Rp 26,34 triliun untuk Semester II 2026. Dana ini akan dialokasikan melalui berbagai program yang ditujukan untuk masyarakat, pelaku usaha, pekerja, serta sektor industri.
Bantuan yang diberikan mencakup diskon transportasi, program pelatihan vokasi, bantuan beras, dan insentif untuk impor bahan baku. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa paket stimulus ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun ini.
“Total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester kedua ini nilainya sekitar Rp 26,34 triliun. Dengan stimulus insentif transport sekitar Rp 2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi sekitar Rp 6,26 triliun, dan bantuan pangan sebesar Rp 18,04 triliun,” ungkap Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Senin (22/6/2026).
Rincian Program Stimulus
Berikut adalah rincian lengkap dari stimulus yang akan diberikan oleh pemerintah: diskon transportasi untuk libur sekolah, insentif tiket pesawat selama libur sekolah, diskon transportasi untuk Natal dan Tahun Baru, serta insentif tiket pesawat untuk periode yang sama. Selain itu, terdapat juga insentif untuk impor LPG dan bahan baku industri.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6,26 triliun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja melalui program magang nasional dan pelatihan vokasi. Porsi terbesar dari stimulus ini berasal dari sektor bantuan pangan, dengan total anggaran mencapai Rp 18,04 triliun.
Beberapa bentuk bantuan pangan yang akan disalurkan antara lain adalah bantuan beras seberat 10 kilogram dan bantuan untuk SPHP kedelai.