Anthropic, perusahaan yang dikenal sebagai pengembang chatbot AI bernama Claude, baru-baru ini mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk penyediaan layanan cloud computing senilai 10 miliar dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 180 triliun. Menariknya, kontrak besar ini diberikan kepada Volta Infra, sebuah startup yang baru berdiri selama tujuh bulan dan fokus pada infrastruktur AI.
Volta Infra dikenal sebagai pelopor dalam penyediaan infrastruktur cloud yang mengutamakan penggunaan energi terbarukan untuk mendukung operasional mereka. Dalam menghadapi tingginya konsumsi listrik yang dihasilkan oleh industri AI, perusahaan ini menerapkan teknologi pendingin cairan yang canggih, yang diklaim mampu mengurangi konsumsi daya di pusat data secara signifikan. Bagi Anthropic, mengurangi jejak karbon dari proses pelatihan model kecerdasan buatan menjadi salah satu prioritas utama perusahaan.
Detail Kesepakatan dan Infrastruktur
Kesepakatan yang berlangsung selama enam tahun ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, yang mengutip beberapa sumber yang mengetahui informasi tersebut. Namun, baik Anthropic maupun Volta Infra tidak memberikan komentar resmi terkait laporan ini. Volta Infra hanya menyatakan bahwa mereka telah menandatangani kontrak senilai 10 miliar dollar AS dengan sebuah laboratorium AI terkenal, tanpa menyebutkan nama kliennya. CEO Volta, Ricard Boada, juga enggan mengkonfirmasi identitas klien tersebut.
Dalam kesepakatan ini, kapasitas cloud akan disuplai dari sebuah pusat data yang terletak di Tydal, Norwegia, dengan total kapasitas mencapai 133 megawatt. Pusat data ini dikembangkan bersama Bitdeer Technologies Group, yang sebelumnya berfokus pada penambangan kripto, namun kini beralih sebagian operasinya untuk mendukung infrastruktur AI. Fasilitas ini sepenuhnya akan menggunakan listrik yang dihasilkan dari tenaga air dan dilengkapi dengan chip generasi terbaru dari Nvidia, yaitu Vera Rubin, yang merupakan penerus arsitektur Blackwell.
Reaksi Pasar dan Rencana Ekspansi
Setelah kabar kesepakatan ini muncul, saham Bitdeer mengalami lonjakan sekitar 14 persen, mencerminkan optimisme pasar terhadap transformasi bisnis perusahaan dari penambangan kripto ke infrastruktur AI. Volta Infra didirikan pada Januari 2026 oleh mantan eksekutif dari Brookfield Asset Management dan telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 300 juta dollar AS melalui putaran pendanaan awal dan Seri A, dengan valuasi mencapai 2,4 miliar dollar AS.
Investor yang terlibat dalam pendanaan Volta termasuk Andreessen Horowitz, Altimeter Capital, Azora, serta Nvidia dan miliarder Michael Dell. Volta juga merupakan bagian dari program Nvidia Cloud Partner, yang merupakan konsorsium penyedia layanan cloud yang memanfaatkan GPU Nvidia di pusat data mereka. Perusahaan ini mengklaim telah mengamankan pasokan listrik hingga 1 gigawatt untuk kebutuhan jangka pendek di Amerika Utara dan Eropa, dengan Tydal, Norwegia, sebagai lokasi pertama mereka.
Selain itu, Volta juga mengumumkan program infrastruktur AI terpisah senilai 5 miliar dollar AS bersama manajer aset Azora untuk mendanai proyek pusat data di masa mendatang. Kesepakatan dengan Volta ini menambah daftar panjang kerja sama Anthropic dalam penyediaan layanan cloud, termasuk kolaborasi dengan SpaceX, produsen chip Advanced Micro Devices (AMD), dan Akamai Technologies. Anthropic juga dilaporkan sedang menjajaki kesepakatan untuk menyewa pusat data dari Meta Platforms, dengan nilai yang diperkirakan mencapai 10 miliar dollar AS dalam dua tahun ke depan.
Anthropic sebelumnya berhasil mengumpulkan dana sebesar 65 miliar dollar AS tahun ini untuk mendukung biaya pengembangan AI yang terus meningkat. Perusahaan ini juga sedang mempertimbangkan untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) dalam waktu dekat.