🔴 Breaking
Transformasi Digital Kesehatan: Tantangan dan Peluang di Seluruh Indonesia Negara Tetangga Meminta Pasokan Beras dari Indonesia Sebanyak 500 Ribu Ton Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Transformasi Digital Kesehatan: Tantangan dan Peluang di Seluruh Indonesia Negara Tetangga Meminta Pasokan Beras dari Indonesia Sebanyak 500 Ribu Ton Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026
Ekonomi

--- Tanggapan KKP Terhadap Penolakan Nelayan atas Kehadiran Kapal Trawl di Merauke ---

--- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan penjelasan terkait penolakan sejumlah nelayan terhadap dua kapal yang diduga menggunakan alat tangkap trawl di Merauke. ---

Maya Soraya Larasati

Penulis

26 April 2026
130 kali dibaca
---
Tanggapan KKP Terhadap Penolakan Nelayan atas Kehadiran Kapal Trawl di Merauke
---
Sumber gambar: liputan6.com
---TITLEEXCERPT--- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan penjelasan terkait penolakan sejumlah nelayan terhadap dua kapal yang diduga menggunakan alat tangkap trawl di Merauke. ---CONTENT---

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan tanggapan mengenai aksi penolakan yang dilakukan oleh sejumlah nelayan terhadap kedatangan dua kapal di Merauke. Kapal-kapal tersebut diduga menggunakan alat tangkap trawl yang dianggap merugikan nelayan setempat.


Menurut informasi yang beredar, nelayan merasa khawatir dengan kehadiran kapal trawl tersebut karena dapat mengancam keberlangsungan sumber daya perikanan di wilayah mereka. Penolakan ini muncul sebagai bentuk protes terhadap praktik penangkapan ikan yang dinilai tidak ramah lingkungan dan dapat merusak ekosistem laut. KKP menyatakan bahwa mereka akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dari tuduhan tersebut.


Dalam rangka menanggapi isu ini, KKP berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Ke depannya, diharapkan ada solusi yang dapat menguntungkan semua pihak, termasuk nelayan lokal dan industri perikanan.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait