Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, mengungkapkan kekhawatirannya terkait meningkatnya jumlah produk obat, suplemen, dan kosmetik impor yang beredar di Indonesia. Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi tantangan bagi BPOM untuk memastikan bahwa kapasitas laboratorium yang ada dapat mengawasi semua produk yang masuk demi menjaga keamanan konsumen.
Taruna menyatakan bahwa sekitar 90 persen bahan baku obat yang digunakan di Indonesia masih diimpor dari luar negeri. Sementara itu, untuk produk kosmetik, sekitar 20 persen dari industrinya merupakan perusahaan multinasional. "Hubungannya dengan kesiapan Badan POM sebagai laboratorium pengetes, tentu sampai sekarang ini kita termasuk yang masih terbaik di Asia, Asia Tenggara khususnya," jelas Taruna saat berbincang dengan media di Kantor BPOM RI, Jakarta Pusat, pada Senin (6/7/2026).
Fasilitas Laboratorium yang Siap Menghadapi Tantangan
Menurut Taruna, Indonesia memiliki fasilitas laboratorium yang mampu menangani berbagai jenis produk impor. Ini mencakup pengujian untuk obat, narkotika, dan obat-obatan yang berkaitan dengan virus, serta jenis produk lainnya. "Dengan konteks itu, fasilitas laboratorium kita siap menghadapi secanggih apapun produk termasuk produk-produk obat yang bersifat inovatif, atau produk-produk baru," ungkapnya.
Peningkatan Laboratorium dan Kerja Sama Internasional
Meski demikian, Taruna mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas kapasitas laboratorium. Ia berharap fasilitas terbaik tidak hanya tersedia di Jakarta, tetapi juga di daerah lain seperti Merauke. Selain itu, BPOM berencana untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara seperti China, India, dan Amerika Serikat untuk mengembangkan sistem inovasi green laboratorium serta meningkatkan reputasi laboratorium di Indonesia. "Kita ingin laboratorium kita juga terkoneksi secara global ke lima benua. Kenapa? Karena produk dari lima benua itu akan masuk ke Indonesia, demikian juga dengan produk kita akan disebar ke lima benua," tegasnya.
Baca juga: BPOM Dorong Pengembangan Terapi Stem Cell, Indonesia Siap Masuki Era Pengobatan Regeneratif.
Baca juga: BPOM Temukan Obat Batuk Palsu Berbahaya, Ini Kandungannya.