🔴 Breaking
Teknologi

Tim Cook Sebut Krisis Chip Memori Global Seperti "Banjir Seratus Tahunan"

CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa kondisi krisis chip memori global saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam kariernya yang lebih dari 40 tahun di industri elektronik. Kenaikan harga produk...

Chandra Kirana

Penulis

03 July 2026
12 kali dibaca
Tim Cook Sebut Krisis Chip Memori Global Seperti "Banjir Seratus Tahunan"
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Tim Cook, CEO Apple, mengungkapkan bahwa situasi krisis chip memori global saat ini mirip dengan "banjir seratus tahunan", sebuah istilah yang menggambarkan peristiwa yang sangat jarang terjadi. Pernyataan tersebut disampaikan Cook di tengah guncangan yang melanda industri teknologi dunia akibat kekurangan pasokan chip memori.

Setelah satu minggu dari pernyataan tersebut, Apple mengumumkan kenaikan harga hampir semua produk Mac dan iPad. Kenaikan harga ini cukup signifikan, dengan beberapa produk mengalami lonjakan hingga 1.300 dollar AS atau sekitar Rp 23 juta. Perubahan harga ini mulai berlaku efektif sejak 25 Juni 2026, dan situs Apple Store sempat mengalami gangguan akses sebelum harga-harga baru ditampilkan.

Penyebab Krisis Chip Memori

Cook menjelaskan bahwa istilah "banjir seratus tahunan" digunakan untuk menggambarkan situasi harga chip memori yang saat ini tidak memiliki preseden. Ia menegaskan bahwa tidak ada acuan yang bisa digunakan untuk memprediksi krisis ini. "Saya belum pernah melihat yang seperti ini," ungkap Cook, yang telah berpengalaman lebih dari 40 tahun di industri elektronik konsumen dan memimpin perusahaan dengan nilai tertinggi di dunia selama 15 tahun terakhir.

Kenaikan harga ini sebenarnya telah diprediksi oleh Cook jauh sebelumnya. Dalam laporan keuangan Apple dua bulan lalu, ia telah memberikan sinyal mengenai biaya memori yang akan meningkat. "Kami memperkirakan biaya memori yang jauh lebih tinggi di kuartal Juni," kata Cook. "Di luar kuartal Juni, kami percaya biaya memori akan memberikan dampak yang meningkat pada bisnis kami," tambahnya.

Dampak pada Industri Elektronik

Menariknya, penyebab utama dari krisis ini bukanlah pandemi, perang, atau bencana alam, melainkan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Data center yang dibangun oleh perusahaan besar seperti Google, Microsoft, Meta, dan Amazon membutuhkan chip memori dalam jumlah besar, sehingga mereka menyerap hampir seluruh pasokan yang ada di pasar. Saat ini, produksi chip memori global dikuasai oleh tiga perusahaan besar: Samsung, Micron, dan SK Hynix, yang menguasai lebih dari 90 persen pasokan RAM di dunia.

Ketika ketiga perusahaan tersebut lebih memilih untuk memenuhi permintaan dari pelanggan AI yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi, pasokan untuk produsen elektronik konsumen menjadi sangat terbatas, yang menyebabkan lonjakan harga. Istilah baru, "RAMmageddon", pun muncul untuk menggambarkan situasi ini.

Jika perusahaan besar seperti Apple saja terpaksa menaikkan harga, perusahaan-perusahaan kecil yang tidak memiliki kekuatan tawar yang sama mungkin akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Beberapa di antaranya mungkin harus mengurangi rencana produksi karena kesulitan dalam mendapatkan pasokan chip memori. Apple sendiri termasuk yang beruntung, karena kontrak pasokan jangka panjang dan volume pembelian yang besar memberikan mereka akses prioritas.

Namun, bagi merek yang beroperasi di segmen menengah dan bawah, situasinya jauh lebih sulit. Kenaikan harga dapat mengakibatkan kehilangan pelanggan, sementara tidak menaikkan harga dapat menyebabkan kerugian.

Dengan permintaan AI yang terus meningkat, para analis memperkirakan bahwa krisis chip memori ini tidak akan segera berakhir. Membangun pabrik chip baru memerlukan waktu bertahun-tahun, dan investasi besar yang dilakukan oleh Samsung, SK Hynix, dan Micron baru akan menghasilkan peningkatan kapasitas produksi yang signifikan paling cepat pada tahun 2028. Konsumen di seluruh dunia, termasuk pengguna produk Apple, harus bersiap menghadapi harga elektronik yang lebih tinggi di masa depan, termasuk laptop, smartphone, SSD, TV, dan mobil baru.

Artikel Terkait