Jakarta - Pilihan warga negara Indonesia untuk berobat ke luar negeri terus menjadi perhatian di sektor kesehatan nasional. Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, sekitar satu dari seribu rumah tangga memilih untuk mendapatkan perawatan medis di luar negeri, dengan Malaysia menjadi tujuan utama.
Menyikapi fenomena ini, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan bahwa banyak faktor yang mendorong masyarakat untuk berobat ke luar negeri, termasuk preferensi pribadi. "Banyak preferensinya sih, ada sekalian jalan-jalan. Ada yang sekalian shopping," ungkap Dante saat ditemui di Jakarta Pusat pada Jumat (14/8/2026).
Kualitas Pelayanan Kesehatan di Dalam Negeri
Dante menekankan bahwa kualitas dokter dan rumah sakit di Indonesia tidak kalah baik dibandingkan dengan yang ada di luar negeri. "Dokter-dokter di Indonesia sudah bagus kok," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyatakan bahwa tenaga medis di Indonesia memiliki kualitas yang setara dengan tenaga medis di negara lain. Namun, Budi menambahkan bahwa tantangan yang harus segera diatasi adalah ketersediaan peralatan medis yang memadai. "Dokter-dokter kita nggak kalah dengan yang di luar negeri. Alat-alatnya saja kita lengkapin," jelas Menkes Budi.
Perhatian Terhadap Kesehatan Masyarakat
Fenomena ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kualitas layanan kesehatan di dalam negeri agar masyarakat tidak merasa perlu mencari pengobatan di luar negeri. Dengan meningkatkan fasilitas dan peralatan medis, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri dapat meningkat.
Dengan demikian, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar masyarakat merasa puas dan tidak perlu berobat ke luar negeri.