🔴 Breaking
Kesehatan

Wabah Salmonella Terkait Cabai Jalapeno Menyerang Ratusan Warga AS

Peringatan keamanan pangan dikeluarkan setelah wabah Salmonella yang berhubungan dengan cabai jalapeno menyebabkan ratusan orang sakit di Amerika Serikat. Sumber wabah ini diidentifikasi berasal dari...

Galang Mahesa

Penulis

07 August 2026
7 kali dibaca
Foto: Ilustrasi cabai jalapeno (Getty Images/hongquang09)
Foto: Ilustrasi cabai jalapeno (Getty Images/hongquang09)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengeluarkan peringatan terkait keamanan pangan pada tanggal 6 Agustus, menyusul wabah Salmonella yang telah mengakibatkan ratusan orang sakit di 27 negara bagian di Amerika Serikat. CDC menemukan bahwa cabai jalapeno yang ditanam di Sinaloa, Meksiko, dan didistribusikan oleh Coast Citrus Distributors menjadi penyebab utama wabah ini.

Cabai jalapeno tersebut telah disajikan di berbagai restoran, termasuk Chipotle dan Qdoba. Hingga saat ini, sekitar 345 orang dilaporkan mengalami sakit akibat wabah ini, dengan 36 di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Dua negara bagian, yaitu Minnesota dan Colorado, menjadi yang paling terdampak, masing-masing melaporkan setidaknya 110 kasus infeksi.

Tindakan Restoran untuk Mengatasi Masalah

Chipotle mengumumkan pada 5 Agustus bahwa mereka telah menarik semua jalapeno yang dipasok oleh Coast Citrus Distributors dari seluruh restoran mereka dan menggantinya dengan produk dari petani lain. Qdoba juga mengambil langkah serupa dengan menarik semua cabai jalapeno dari menu mereka sebagai langkah pencegahan.

Penyebaran dan Dampak Salmonella

Salmonella adalah bakteri yang umumnya menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi, menjadi salah satu patogen yang paling umum di AS dan di seluruh dunia, menginfeksi puluhan juta orang setiap tahun. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa insiden penyakit ini meningkat secara global, dengan kasus salmonella meningkat hampir 50 persen antara tahun 1990 hingga 2021, dan kematian akibat infeksi ini juga meningkat hampir 27 persen dalam periode yang sama.

Menurut CDC, gejala yang umum dialami oleh orang yang terinfeksi salmonella meliputi diare, demam, dan kram perut, yang biasanya muncul antara 6 jam hingga 6 hari setelah terpapar bakteri tersebut. Sebagian besar individu dapat pulih tanpa pengobatan dalam waktu 4 hingga 7 hari, namun bagi beberapa orang, terutama anak-anak, lansia, dan mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit ini bisa menjadi serius atau bahkan mengancam jiwa.

Saat ini, AS juga menghadapi wabah sikloporiasis yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang telah menyebabkan ribuan orang jatuh sakit. Pejabat kesehatan di Michigan menginformasikan bahwa dua orang telah meninggal dunia akibat wabah tersebut.

Artikel Terkait