🔴 Breaking
Kesehatan

Waspadai Risiko Stroke pada Pemilik Golongan Darah Tertentu

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah tertentu memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami stroke di usia muda. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami faktor risiko...

Chandra Kirana

Penulis

23 June 2026
9 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/designer491)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/designer491)

Golongan darah merupakan sistem klasifikasi yang digunakan untuk menentukan kecocokan darah seseorang dengan darah orang lain. Terdapat empat golongan darah utama, yaitu A, B, AB, dan O. Penentuan golongan darah dilakukan dengan memeriksa keberadaan antigen A dan B pada permukaan sel darah merah, serta faktor Rhesus (Rh) yang menunjukkan apakah golongan darah tersebut positif atau negatif.

Hubungan Golongan Darah dengan Stroke

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada tahun 2022 mengungkapkan bahwa orang dengan golongan darah tertentu, khususnya subkelompok A1, memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke sebelum usia 60 tahun. Peneliti Mark Gladwin dari University of Maryland menyatakan, "Temuan penting dan mengejutkan ini menambah pemahaman kita mengenai faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah, termasuk golongan darah seseorang."

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis data dari 48 studi genetik yang melibatkan sekitar 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 orang yang tidak pernah mengalami stroke. Peserta penelitian berusia antara 18 hingga 59 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa individu dengan variasi genetik golongan darah A1 memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan dengan mereka yang memiliki golongan darah lainnya. Sebaliknya, orang dengan variasi genetik golongan darah O1 memiliki risiko stroke yang lebih rendah, yakni sekitar 12 persen.

Peningkatan Kasus Stroke pada Usia Muda

Steven Kittner, penulis senior penelitian dan ahli neurologi vaskular di University of Maryland, mengungkapkan bahwa jumlah kasus stroke pada usia muda terus meningkat. "Orang yang mengalami stroke di usia muda memiliki risiko kematian lebih tinggi. Mereka yang selamat juga berpotensi hidup dengan disabilitas selama puluhan tahun. Sayangnya, penyebab stroke pada usia muda masih belum banyak diteliti," ujarnya.

Melalui analisis genom, peneliti menemukan dua lokasi gen yang berkaitan dengan risiko stroke dini, salah satunya berada di lokasi gen ABO yang menentukan golongan darah. Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa peningkatan risiko bagi pemilik golongan darah A tergolong kecil, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan atau pemeriksaan tambahan yang tidak perlu.

Kittner menambahkan, "Kami masih belum mengetahui secara pasti mengapa golongan darah A meningkatkan risiko stroke. Namun, kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan faktor pembekuan darah, seperti trombosit dan berbagai protein dalam sirkulasi darah yang berperan dalam pembentukan bekuan darah."

Faktor Lain yang Mempengaruhi Risiko Stroke

Meskipun hasil penelitian ini menarik, para peneliti mengingatkan bahwa golongan darah bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan risiko stroke. Di Amerika Serikat, hampir 800 ribu orang mengalami stroke setiap tahun, dan sebagian besar kasus terjadi pada individu berusia 65 tahun ke atas, dengan risiko yang meningkat hampir dua kali lipat setiap dekade setelah usia 55 tahun.

Mayoritas peserta penelitian berasal dari Amerika Utara, Eropa, Jepang, Pakistan, dan Australia, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan populasi yang lebih beragam. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hubungan antara golongan darah A dan peningkatan risiko stroke tidak signifikan pada kelompok usia lanjut, mengindikasikan bahwa mekanisme stroke pada usia muda berbeda dengan yang terjadi pada usia lanjut.

Selain golongan darah A, penelitian ini juga menemukan bahwa individu dengan golongan darah B memiliki risiko sekitar 11 persen lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan dengan golongan darah lainnya, tanpa memandang usia.

Definisi Stroke

Stroke adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, baik akibat penyumbatan maupun pendarahan. Kekurangan aliran darah ini dapat menyebabkan kematian sel-sel otak dan komplikasi serius. Menurut dr. Ricky Gusanto Kurniawan, terdapat dua tipe stroke, yaitu iskemik dan hemoragik. Stroke iskemik terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah ke otak, sedangkan stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah pecah dan darah mengumpul, menekan jaringan otak di sekitarnya.

Kejadian stroke dapat berlangsung secara mendadak, sering kali diawali dengan nyeri kepala. Pada stroke hemoragik, gejala sakit kepala hebat biasanya disertai mual, muntah, hingga kehilangan kesadaran. "Stroke itu ngagetin banget. Bisa kayak 'orang tadi lagi makan kok, tidak apa-apa, tiba-tiba nyeri kepala hebat terus tidak sadar'," ungkap dr. Ricky.

Artikel Terkait